PONTIANAK POST - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat menggelar aksi perubahan “Kesah Putra Kalbar” kerja sama Hexahelix Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Organisasi Kemasyarakatan di Kalbar, Jumat (8/8) di Ruang Papat Badan Kesbangpol Kalbar.
Kegiatan ini mengundang berbagai unsur pemerintah seperti Polda Kalbar, Badan Strategis Provinsi Kalbar, Kejaksaan Kalbar, BNN Kalbar, BIN Kalbar dan Satpol PP Provinsi Kalbar. Kanwil Kalbar Kemenkum RI dan Biro Hukum Setda Kalbar, Dosen Universitas Tanjungpura Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum dan Fakultas Fisip.
Sementara dari unsur dunia usaha, Kesbangpol mengundang CEO PT Win Global Solusitama dan LPK Merai Abadi Khatulistiwa. Dari unsur media, yang diundang antara lain Radio Mujahidin Pontianak dan Pontianak Post. Sedangkan dari unsur masyarakat/ormas, Kesbangpol mengundang FKUB Kalbar, FPK Kalbar, Ikatan Pelajar Putri NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Budhi.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, Manto Saidi, mengatakan bahwa komitmen kerja sama ini memerlukan pandangan, masukan, dukungan, dan komitmen bersama para pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, ormas dan agregator/elemen hukum untuk meningkatkan kapasitas SDM Ormas dalam mewujudkan asta cita membangun masyarakat Kalbar maju sejahtera berkelanjutan menyongsong generasi Indonesia Emas 2045.
Menurut Manto, SDM menjadi salah satu faktor kunci untuk memperkuat kinerja ormas. “Ada 700 lebih ormas di Kalbar ini. Di tahun lalu ada 200 lebih ormas yang aktif karena pilkada. Di tahun ini tidak sampai 200 ormas yang aktif,” ungkapnya.
Manto menambahkan, aktif tidaknya ormas tergantung dari SDM ormas itu sendiri. “Saya melihat ormas-ormas itu ketika didirikan, visi misi mereka untuk membangun ormasnya. Namun, ada juga ormas yang awalnya mempunyai visi misi yang baik tetapi karena melihat peluang, mereka kemudian terlibat dalam beberapa aksi premanisme,” ungkap Manto.
Di kesempatan yang sama, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas, Brilianty Kesuma Deslana, mengatakan pihaknya telah membentuk satgas penanganan dan pembinaan ormas dari aksi-aksi premanisme.
“Kenapa Satgas ini dibentuk, karena ormas yang beraksi premanisme ini telah menjadi perhatian, bukan hanya di Kalbar tapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Brilianty.
Ia mengatakan satgas ini dimotori oleh Kemenko Polhukam dan Kemendagri yang mana pemerintah sebagai regulator, fasilitator, dan penyedia sumber daya untuk mendukung kolaborasi melalui pembinaan, pemberdayaan, dan pengawasan pada ormas yang ada di Kalbar.(pms/ser)
Editor : Hanif