PONTIANAK POST - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat resmi meluncurkan layanan QRIS Tap DAMRI bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Perum DAMRI pada puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025, Sabtu (16/8).
Inovasi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran tiket bus secara digital sekaligus menikmati promo potongan harga Rp17.000 untuk seluruh rute domestik DAMRI.
Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya, menjelaskan layanan ini hadir sebagai bagian dari upaya memperluas implementasi transaksi digital, khususnya di sektor transportasi publik.
“QRIS Tap DAMRI memudahkan masyarakat dalam bertransaksi sekaligus mendorong budaya non-tunai yang lebih efisien, aman, dan inklusif,” ujarnya.
Promo potongan harga berlaku pada 17–31 Agustus 2025 dengan kuota 1.000 tiket, mencakup rute Pontianak–Sambas, Pontianak–Sintang, Pontianak–Putussibau, Pontianak–Pinoh, hingga Pontianak–Pangkalan Bun. Promo dapat diklaim apabila pembelian tiket menggunakan fitur QRIS Tap Bank Mandiri.
Sementara itu peluncuran layanan QRIS Tap DAMRI bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025 yang berlangsung pada 11–17 Agustus serentak di seluruh Indonesia. Mengusung tema “Rayakan Digitalisasi, QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”,
Tak hanya itu, pada 17 Agustus juga diberlakukan promo belanja QRIS Rp17 yang digelar serentak bersama perbankan se-Kalimantan Barat. Informasi lokasi merchant yang berpartisipasi dapat diakses melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia_kalbar.
Doni menjelaskan PQN di Kalbar diisi dengan berbagai agenda, mulai dari edukasi bersama Dewan Masjid Indonesia, UMKM, mahasiswa, akuisisi merchant, sinergi Khatulistiwa Coffee, lomba QRIS Racing, hingga showcase UMKM saat car free day (CFD) Kota Pontianak.
“Puncak acara berlangsung pada 16 Agustus 2025 dengan jalan santai, senam bersama, dan dihadiri pemerintah daerah, perbankan, serta perwakilan kementerian dan lembaga negara,” ujarnya.
Melengkapi PQN, BI Kalbar juga menggelar QRIS Jelajah Indonesia (QJI) pada Agustus ini dengan mengangkat budaya tiga etnis besar Kalbar, yakni Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Kegiatan berlangsung di Pontianak, Singkawang, dan Sambas untuk memperluas jangkauan digitalisasi sekaligus mempromosikan kearifan lokal.
“Melalui PQN dan QJI, kami berharap digitalisasi dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat inklusi keuangan di Kalimantan Barat,” tutup Doni.
Doni berharap melalui PQN dan QJI 2025, digitalisasi sistem pembayaran dapat menjadi katalisator peningkatan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan digital di Kalimantan Barat. (mse)
Editor : Hanif