Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gubernur Kalbar Ikuti Pidato Perdana Prabowo–Gibran soal APBN 2026

Novantar Ramses Negara • Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:31 WIB
MENYIMAK: Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Forkopimda mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (15/8).
MENYIMAK: Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Forkopimda mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (15/8).

PONTIANAK POST – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 merupakan rancangan pertama yang ia susun bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. APBN tersebut, kata Prabowo, diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.

“Ini adalah APBN pertama yang saya rumuskan sebagai Presiden Republik Indonesia. Arsitektur APBN 2026 adalah implementasi dari visi dan misi saya bersama saudara Wakil Presiden yang diarahkan untuk mewujudkan Indonesia tangguh, mandiri, dan sejahtera,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Pidato kenegaraan yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2025–2026 ini juga diikuti secara virtual oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Sekda Harisson, jajaran Forkopimda Kalbar, serta para kepala perangkat daerah dari Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar.

Dalam paparannya, Prabowo menyebut ekspor nasional tumbuh 10,67 persen berkat hilirisasi yang meningkatkan nilai tambah produk Indonesia. Selain itu, pemerintah berhasil menciptakan 3,6 juta lapangan kerja baru sehingga menurunkan tingkat pengangguran menjadi 4,76 persen pada Februari 2025, dibanding 4,82 persen pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 8,47 persen, angka terendah sepanjang sejarah. Inflasi pun tetap terkendali di angka 2,4 persen sehingga daya beli masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, dapat terjaga. “Ini bukti kerja keras pemerintah yang mampu membawa jutaan rakyat menuju kesejahteraan,” tegasnya.

Prabowo menekankan, keberhasilan menurunkan pengangguran, kemiskinan, serta menjaga stabilitas inflasi menjadi pijakan kuat untuk memperjuangkan masa depan bangsa. Melalui APBN 2026, ia menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #indonesia sejahtera #Perdana #Rancangan #gubernur kalbar #Presiden Prabowo #Wapres Gibran #APBN 2026