PONTIANAK POST - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pontianak, Ridwan menilai proses pencocokan dan penelitian data pemilih secara terbatas atau coktas yang dilakukan KPU bagus untuk memperbarui data pemilih.
Coktas dilakukan untuk memastikan keakuratan data, salah satunya bagi pemilih yang telah meninggal dunia dengan metode verifikasi lapangan secara sampling dan mengacu pada dokumen kependudukan yang dimiliki, dimana petugas turun langsung menemui keluarga pemilih untuk memverifikasi dokumen tersebut.
"Coktas itu pencocokan terbatas terhadap data pemilih. Jadi ada updating data pemilih di tengah pemutakhiran data berkelanjutan," ungkapnya.
Menurutnya, coktas dari KPU ini bagus untuk mengantisipasi agar pada saat menjelang pemilu 2029 data pemilih sudah bersih.
“Data-data yang kami temukan di lapangan ada warga yang dianggap sudah meninggal di data KPU tetapi faktanya masih ada. Dia dia masih hidup. Bahkan, istrinya heran. Tapi memang kasuistiklah ya, ada beberapa,” katanya.
Ridwan menegaskan mereka yang sudah meninggal tidak ada administrasinya, sehingga coktas menjadi penting agar KPU punya administrasi bahwa si A betul-betul meninggal dan dicoret dari data pemilu.
Bawaslu Pontianak menggelar edukasi politik untuk pemilih pemula di Pontianak. Ridwan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemilih pemula dalam proses demokrasi dan pemilihan umum. Yakni, dengan berkunjung ke sekolah-sekolah dan memberikan materi tentang proses pemilihan umum, peran Bawaslu, dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.
Ridwan mengatakan edukasi politik untuk pemilih pemula sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Dengan adanya edukasi ini, pemilih pemula dapat menjadi lebih memahami tentang proses demokrasi dan pemilihan umum, serta dapat berpartisipasi aktif dalam proses politik. Sasarannya, lanjut dia pelajar SMP kelas sembilan dan pelahar SMA. Diharapkan kegiatan edukasi politik untuk pemilih pemula ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi dan pemilihan umum di Pontianak. (mrd)
Editor : Hanif