PONTIANAK POST — Sekitar pukul 14.56 WIB, ratusan peserta aksi, didominasi oleh mahasiswa, akhirnya tiba dan memasuki halaman Gedung DPRD Kalimantan Barat. Kedatangan mereka menandai dimulainya aksi unjuk rasa yang sempat tertunda sebelumnya.
Di bawah terik matahari, para peserta aksi langsung menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara. Seorang orator menyampaikan tuntutan agar para wakil rakyat turun langsung menemui massa, bukan hanya berdiskusi dari dalam gedung.
"Turun! Turun! Kami rakyat butuh wajah-wajah perwakilan kami, bukan hanya janji di ruang rapat!" teriak salah satu orator, disambut sorak dukungan massa.
Dalam orasinya, mereka mengkritik besarnya tunjangan dan fasilitas yang diterima anggota DPR RI dan DPRD Provinsi, di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertekan. Mereka mempertanyakan logika pemberian dana pensiun bagi anggota DPR RI yang masa jabatannya hanya lima tahun, sementara rakyat biasa harus bekerja puluhan tahun untuk mendapatkan hak serupa.
"Kami bayar pajak tiap hari, dari bensin, listrik, sampai sembako. Tapi kenapa rakyat kecil yang bekerja seumur hidup belum tentu dapat pensiun layak, sementara wakil rakyat cukup 5 tahun sudah dapat jaminan seumur hidup?" tanya orator tersebut.
Yang menarik, hampir semua peserta aksi tampak mengenakan pita berwarna biru di salah satu pergelangan tangan. Pita biru diduga menjadi simbol solidaritas dan identitas gerakan dalam aksi kali ini, meski belum ada penjelasan resmi dari koordinator aksi.
Usai berorasi beberapa saat, ratusan mahasiswa kemudian melakukan aksi duduk (duduk longgar) di halaman gedung. Suasana semakin khidmat saat azan Ashar berkumandang sekitar pukul 15.00 WIB. Sebagian peserta aksi diam sejenak di lapangan.
Pantauan di lokasi, aparat keamanan gabungqn (polisi dan TNI) tetap berjaga-jaga dari pinggir area dan membentuk pagar betis memperhatikan kondisi. Situasi terpantau kondusif dan damai.
Diperkirakan masih akan ada gelombang kedua peserta aksi yang datang menyusul. Meski diperkirakan sedikit terlambat, pihak penyelenggara aksi menyatakan komitmen untuk tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD Kalbar terkait tuntutan massa. Aksi masih berlangsung, dan Pontianak Post terus memantau perkembangannya.(den)
Editor : Hanif