Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Festival Qasidah Kolaborasi Kalbar 2025: Lestarikan Budaya Islami di Era Digital

Hanif PP • Rabu, 3 September 2025 | 11:46 WIB
Kakanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, membuka Festival Seni Budaya Islam Qasidah Kolaborasi Kalbar 2025 di Pontianak, Selasa (3/9).
Kakanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, membuka Festival Seni Budaya Islam Qasidah Kolaborasi Kalbar 2025 di Pontianak, Selasa (3/9).

PONTIANAK POST – Festival Seni Budaya Islam Qasidah Kolaborasi tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2025 resmi digelar dengan cara yang unik dan kreatif.

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari berbagai daerah di Kalbar ini menjadi ajang syiar sekaligus pelestarian budaya Islami di era digital.

Ketua Panitia, H. Husnul Fadhil, menjelaskan bahwa pengumuman pendaftaran peserta dilakukan sejak awal Agustus 2025 dan terbuka untuk umum. Peserta terdiri dari beragam latar belakang, mulai dari grup qasidah majelis taklim, pelajar, hingga mahasiswa.

“Total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp20 juta untuk enam kategori juara,” ujar Husnul Fadhil.

Berbeda dengan festival konvensional, peserta mengirimkan link video penampilan melalui media sosial, mayoritas melalui YouTube. Penilaian juri dilakukan pada Selasa, 3 September 2025, dengan kategori penilaian mencakup vokal, aransemen, penampilan, dan sinematografi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, didampingi Kepala Bidang Penaiszawa, H. Rohadi, M.Si.

Dalam sambutannya, Muhajirin menekankan pentingnya profesionalisme dewan juri dalam menilai setiap aspek.

“Dalam keterbatasan anggaran, kita masih bisa menyelenggarakan kegiatan kebudayaan Islami yang bermanfaat. Tidak ada anggaran bukan berarti kita berhenti berkarya. Dengan memanfaatkan teknologi, festival ini bisa berjalan hemat, efisien, dan menjangkau peserta lebih luas,” ungkap Muhajirin.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata melestarikan, mengembangkan, dan mengapresiasi budaya Islam di tengah masyarakat. “Harapannya, tradisi ini terus mengalir hingga ke anak cucu kita,” tuturnya.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga bagian dari syiar Islam yang memperkuat nilai budaya dan kreativitas. **

Editor : Hanif
#Islami #Festival Qasidah #Kolaborasi #kalbar #syiar islam #pelestarian budaya #pontianak #Era Digital