PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan kondisi Kalbar tetap aman dan kondusif meski sejumlah daerah di Indonesia tengah dilanda gelombang demonstrasi. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi virtual bersama para bupati/wali kota se-Kalbar dan kepala OPD Pemprov, Selasa (2/9). “Aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di Kalbar berjalan tertib dan damai. Bahkan di daerah yang semula diperkirakan tidak ada aksi, seperti Kayong, ternyata tetap ada, tapi berlangsung kondusif,” ujar Norsan.
Dalam arahannya, ia menyoroti dua isu besar yang menjadi perhatian publik: infrastruktur jalan dan penanganan PETI (pertambangan tanpa izin). Tahun ini, Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp475 miliar untuk memperbaiki jalan provinsi di 13 kawasan kota. Namun, Norsan mengakui anggaran masih terbatas karena lebih dari 60% jalan kabupaten mengalami kerusakan. “Kita tidak bisa memenuhi semua kebutuhan sekaligus. Kondisi jalan berat, sementara dana terbatas,” jelasnya.
Terkait PETI, ia menegaskan pemerintah daerah hanya sebatas memberikan rekomendasi. Keputusan tetap berada di Kementerian ESDM. Saat ini baru Ketapang dan Kapuas Hulu yang memiliki Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Selain persoalan infrastruktur dan PETI, Norsan menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia mencontohkan hoaks yang sempat viral tentang gedung DPR RI terbakar. “Saya sampai telepon sana-sini untuk memastikan. Ternyata tidak benar,” ungkapnya.
Untuk menjaga ketertiban, Gubernur menginstruksikan tiga langkah strategis. Pertama, Perkuat koordinasi dan komunikasi yang melibatkan tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, dan aparat guna mencegah hoaks. Kedua, Pendekatan humanis aparat: petugas keamanan diminta persuasif dan melindungi masyarakat dari provokasi. Terakhir, Ketersediaan pelayanan publik: pemerintah daerah harus tetap optimal dalam pendidikan, kesehatan, UMKM, dan investasi meski situasi politik memanas. “Kalbar adalah rumah besar yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai ada pihak yang mencoba memecah belah persatuan,” tegasnya.
Norsan pun mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi, menjaga persaudaraan, dan menjadikan Kalimantan Barat contoh provinsi yang aman, damai, dan demokratis. “Pelayanan publik tidak boleh terhenti. Jangan sampai kita terbawa arus situasi nasional hingga lalai terhadap tugas utama kita,” tandasnya. (mse)
Editor : Hanif