PONTIANAK POST - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat nilai ekspor Kalbar pada Juli 2025 mengalami penurunan 14,44 persen dibanding Juni 2025, yakni dari USD163,59 juta menjadi USD139,96 juta. Namun, secara kumulatif Januari–Juli 2025 dibanding periode yang sama tahun 2024, ekspor Kalbar justru meningkat 5,93 persen.
“Ekspor Juli 2025 didominasi tiga komoditas unggulan, yakni bahan kimia anorganik sebesar 55,82 persen, lemak dan minyak hewan/nabati 24,46 persen, serta karet dan barang dari karet sebesar 5,62 persen,” ujar Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin dalam berita resmi statistik BPS Kalbar, baru-baru ini.
Selain itu, tiga kelompok barang lain yang turut memberi kontribusi adalah buah-buahan sebesar 5,19 persen, berbagai produk kimia 2,64 persen, dan ampas/sisa industri makanan 1,21 persen. Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang menyumbang 97,84 persen ekspor Kalbar pada Juli 2025.
Menurut Saichudin, dari sisi tujuan ekspor, India, Qatar, dan Malaysia menjadi negara tujuan utama dengan nilai masing-masing USD31,62 juta, USD19,80 juta, dan USD14,36 juta. Total ekspor ke tiga negara ini mencapai USD65,78 juta atau 47 persen dari total ekspor Kalbar.
Jika dibandingkan Juni 2025, ekspor ke India melonjak 88,33 persen, sedangkan ke Malaysia turun 19,78 persen. Adapun ekspor ke Qatar baru tercatat pada Juli setelah tidak ada transaksi pada Juni.
Secara kawasan, ekspor Kalbar masih didominasi negara Asia dengan kontribusi 69,23 persen. Sementara itu, ekspor ke negara utama lainnya seperti Australia, Italia, dan Jerman menyumbang 22,07 persen, dan sisanya 8,70 persen ke negara lain.
Berbanding terbalik dengan ekspor, nilai impor Kalbar pada Juli 2025 justru melonjak 27,66 persen dibanding Juni, dari USD34,16 juta menjadi USD43,61 juta. Namun, jika dilihat secara kumulatif Januari–Juli 2025 terhadap periode yang sama tahun 2024, impor turun 38,65 persen.
Komoditas impor terbesar Juli 2025 berasal dari bahan bakar mineral dengan kontribusi 21,97 persen, kapal laut dan bangunan terapung sebesar 21,42 persen, serta mesin-mesin/pesawat mekanik 15 persen. Ketiganya menyumbang lebih dari separuh total impor, yakni 58,39 persen.
Selain itu, mesin/peralatan listrik menyumbang 10,91 persen, pupuk10,57 persen, dan bahan kimia organik 7,38 persen. Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama menyumbang 95,28 persen impor Kalbar dengan pertumbuhan 39,71 persen dibanding Juni 2025.
Tiongkok, Malaysia, dan Singapura menjadi negara pemasok impor terbesar Kalbar pada Juli 2025 dengan nilai masing-masing 44,65 persen, 27,40 persen, dan 8,12 persen. Total impor dari tiga negara ini mencapai USD34,96 juta atau 80,17 persen dari keseluruhan impor.
“Sebagian besar impor Kalbar masih berasal dari kawasan Asia dengan kontribusi 87,67 persen, sementara impor dari Rusia, Polandia, Australia, dan Jerman menyumbang 11,21 persen, serta sisanya 1,12 persen dari negara lain,” jelas Saichudin. (mse)
Editor : Hanif