Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkot Pontianak Tinggalkan Sistem Manual, Terapkan e-SAKIP untuk Monev Kinerja

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 13 September 2025 | 11:34 WIB
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Bapperida Kota Pontianak, Imansyah.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Bapperida Kota Pontianak, Imansyah.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak bersiap mengubah sistem monitoring dan evaluasi (Monev) kinerja perangkat daerah dengan mengintegrasikan seluruh proses ke dalam aplikasi e-SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah). Transformasi digital ini bertujuan untuk mempercepat evaluasi kinerja dan meningkatkan akuntabilitas tata kelola pemerintahan.

Selama ini, proses evaluasi rencana kerja (Renja) dilakukan secara manual dan terpisah dari sistem pelaporan utama. Hal itu dinilai menghambat efektivitas pelaporan, menimbulkan potensi kesalahan data, serta memperlemah koordinasi antarperangkat daerah.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Bapperida Kota Pontianak, Imansyah, menjelaskan bahwa penggunaan e-SAKIP merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak akan sistem yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.

“Seluruh tahapan perencanaan, pengendalian, hingga pelaporan kinerja akan berjalan lebih efektif. Tidak ada lagi proses manual, semuanya dalam satu platform,” jelas Imansyah, Kamis (11/9).

Pemkot Pontianak juga tengah menyiapkan regulasi teknis sebagai dasar hukum pelaksanaan monitoring dan evaluasi berbasis e-SAKIP. Aturan ini dirancang agar setiap perangkat daerah melaksanakan evaluasi secara seragam dan sesuai standar nasional.

Imansyah menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas OPD. Untuk itu, Bapperida membentuk tim bersama Bagian Organisasi sebagai fasilitator sistem dan Bagian Hukum sebagai penyusun regulasi.

“Koordinasi yang selama ini menjadi kendala akan ditekan semaksimal mungkin karena semua pihak sudah dilibatkan sejak tahap awal,” tambahnya.

Pemkot akan melakukan uji coba dalam waktu dekat, sebelum sistem digunakan secara penuh. Pelatihan untuk aparatur sipil negara juga disiapkan sebagai bagian dari proses transisi. Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan mampu meningkatkan nilai SAKIP Pemkot Pontianak, memperkuat budaya kerja berbasis data, dan mendukung pengambilan keputusan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Ini bukan cuma inovasi teknis. Ini transformasi sistem pemerintahan menuju tata kelola yang lebih modern dan akuntabel,” tegas Imansyah.(iza)

Editor : Hanif
#evaluasi kinerja #akuntabilitas #pemkot pontianak #efisiensi #tata kelola #E SAKIP