PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta agar wacana Pemerintah untuk membangun Museum Pontianak dapat segera ditindaklanjuti. Menurutnya sejak rencana ini digaungkan, hingga saat ini belum terdapat progres yang berarti terhadap perwujudan Museum Pontianak.
“Sejauh ini langkah pemerintah dalam upaya mewujudkan Museum Kota Pontianak belum tampak progresnya. Padahal, wacana ini sudah digaungkan cukup lama. Kalau saya pribadi, mendorong jika Pontianak memiliki museum,” ujar Satarudin, Senin (15/9).
Diketahui untuk lokasi informasinya dulu akan menggunakan salah satu bangunan sekolah yang sudah menjadi bagian dari bangunan cagar budaya. Lokasinya tak jauh dari kantor Wali Kota Pontianak.
Diapun mendorong, agar segala kepengurusannya dilakukan dengan cepat. Sehingga progres wacana ini benar-benar tampak. Seperti konsep dari Museum Pontianak, kemudian isi dari museum itu ada apa saja, sudah seharusnya di inventarisir.
Apalagi Kota Pontianak sudah masuk dalam jaringan Kota Pusaka. Di dalam Kota Pusaka itu terdapat kawasan cagar budaya dan bangunan yang memiliki nilai penting bagi kota. Salah satu penunjang Kota Pusaka ini adalah Museum Kota Pontianak.
Dia juga berharap, penataan Kota Pusaka terutama untuk bangunan-bangunan tua di kota ini dapat dipercantik. Salah satunya dengan perbaikan penataan kawasan.
“Seperti di Jakarta Kawasan Kota Tua, kemudian di Jawa Tengah Kota Lama, ini bagian contoh saja. Kita lihat di dua kawasan ini betul-betul bisa menjadi magnet wisatawan datang berkunjung,” katanya.
Negara-negara maju di Eropa kata Satar juga menjadikan peninggalan bangunan sejarah sebagai magnet menarik wisatawan datang ke tempatnya. Portugal, Spanyol, Italia itu kata dia banyak peninggalan bangunan yang bagus. Ini menjadi daya tarik. Al hasil, sektor pariwisata juga menjadi pendongkrak bagi perekonomian di negara tersebut.
Sebelumnya Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan jika pemkot akan membangun museum kota sebagai salah satu upaya perwujudan Kota Pusaka.
"Saat ini Pontianak sudah masuk jaringan Kota Pusaka artinya ada peninggalan sejarah atau cerita tentang berdirinya kota ini," jelas Edi.
Ia menambahkan, bukti bahwa jejak-jejak sejarah itu masih ada seperti bangunan dan cerita-cerita lama tentang sejarah berdirinya Kota Pontianak.
"Sekarang sejarah tentang Pontianak sedang dibuat bukunya oleh pengarang yakni Syafaruddin Usman, dengan menelusuri sejarah berdirinya Kota Pontianak hingga saat ini, baik dari sisi fisik maupun pemerintahannya," ungkapnya.
Peminat Kajian Sejarah Kalimantan Barat, Syafarudin Usman mendorong agar Kota Pontianak memiliki museum. Dengan adanya museum, Pontianak akan menjadi pusat edukasi dan wahana apresiasi sejarah dan budaya kota.(iza)
Editor : Hanif