Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lahan Terbakar Capai 19 Ribu Hektare, BPBD Kalbar Waspadai Risiko Karhutla

Idil Aqsa Akbary • Jumat, 26 September 2025 | 10:13 WIB

 

Foto ilustrasi karhutla. (Dok. Pontianak Post)
Foto ilustrasi karhutla. (Dok. Pontianak Post)

PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kalbar dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat, sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2025, sudah lebih dari 19 ribu hektare lahan terbakar.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan luas lahan yang terbakar tersebut sudah sangat besar, meski masih tersisa empat bulan ke depan hingga akhir tahun.

“Untuk periode Januari sampai 31 Agustus 2025, luas lahan yang terbakar di Kalbar ada 19 ribu hektare lebih. Tentu bagi kami ini sudah sangat luas, karena masih ada sisa waktu kurang lebih empat bulan lagi,” ungkap Daniel kepada awak media, Kamis (25/9).

Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan luas lahan terbakar pada tahun ini tidak lebih dari capaian 2024 lalu, yang mencapai sekitar 24 ribu hektare. “Kalau bisa kami akan usahakan di bawah 24 ribu hektare,” tambahnya.

Hingga Kamis (25/9), Daniel mengatakan operasi pemadaman masih dilakukan di sejumlah wilayah. Hal ini sejalan dengan prakiraan cuaca BMKG yang menyebut potensi karhutla masih tinggi hingga Jumat (26/9) hari ini. “Kami tetap mendorong seluruh masyarakat Kalbar agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan cara yang tidak terkendali,” tegas Daniel.

Berdasarkan data BPBD Kalbar, total luas lahan terbakar di provinsi ini periode Januari–Agustus 2025 mencapai 19.287,90 hektare. Kabupaten Sambas tercatat sebagai daerah dengan luasan terbesar, yakni 4.378,87 hektare. Disusul Kubu Raya 2.479,10 hektare, dan Mempawah 2.418,64 hektare.

Berdasarkan data dari Madani Berkelanjutan, Area Indikatif Terbakar (AIT) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025 diperkirakan mencapai 218.000 hektare.

Angka prediksi ini jauh melampaui lonjakan luas lahan yang terbakar di Kalbar pada tahun 2023 yang mencapai puncaknya. Pada tahun 2023, indikasi luas lahan terbakar tercatat drastis sebesar 111.848 hektare, melonjak tajam dari 21.836 hektare pada tahun 2022, dengan jumlah hotspot sebanyak 2.078 titik.

Ancaman ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Kalbar masih akan berlangsung hingga awal Agustus 2025. BMKG juga menyoroti bahwa tingkat kerawanan Karhutla berada di level sangat tinggi pada periode tersebut, terutama di kawasan lahan gambut.

Sementara itu, data Karhutla tahun 2024 menunjukkan hasil yang fluktuatif meskipun ada upaya penurunan. Beberapa sumber mencatat adanya penurunan luas lahan terbakar menjadi 17.155,71 hektare atau 22.463 hektare.

Namun, data per Januari hingga Agustus 2024 dari BPBD Kalbar mencatat total luasan lahan yang terbakar di seluruh kabupaten/kota mencapai 8.473,80 hektare, dengan jumlah titik panas atau hotspot yang melonjak tinggi mencapai 4.884 titik dalam periode yang sama.

Fluktuasi dan perbedaan angka yang berasal dari metodologi pengukuran berbeda menunjukkan kompleksitas dan tantangan besar yang dihadapi pemerintah daerah dan satgas dalam mengendalikan bencana asap tahunan. (bar)

Editor : Hanif
#bencana asap #kalimantan barat #bmkg #BPBD KALBAR #karhutla #kubu raya #lahan terbakar