Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pontianak Gelar Pelatihan Seni Melipat Tanjak, Warga Diajak Lestarikan Warisan Budaya

haryadi PP • Jumat, 26 September 2025 | 10:17 WIB

 

MELIPAT TANJAK: Suherman (baju kuning muda) menularkan kemampuannya ke sejumlah masyarakat yang mengikuti pelatihan  Seni Melipat Tanjak di Kampung Tanjak Jalan Selat Panjang,Gang Amal,Kelurahan Siant
MELIPAT TANJAK: Suherman (baju kuning muda) menularkan kemampuannya ke sejumlah masyarakat yang mengikuti pelatihan Seni Melipat Tanjak di Kampung Tanjak Jalan Selat Panjang,Gang Amal,Kelurahan Siant

PONTIANAK POST - Bagi Aniwati, warga Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, tanjak adalah warisan budaya yang sangat akrab di kehidupannya. Keluarganya sering mengenakan tanjak khususnya pada pria yang mengenakan baju melayu.

Ketika memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan membuat tanjak, Aniwati menyambutnya dengan antusiasme yang luar biasa. Ia merasa ini adalah pengalaman langka dan berharga, sebuah peluang emas untuk mendalami seni membuat tanjak yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.

Ia dibimbing langsung oleh Suherman pengrajin tanjak di kediamannya Jalan Selat Panjang Gang Amal, Kelurahan Siantan Hulu. Aniwati belajar seni melipat tanjak bernama "dendam tak sudah".

Seni melipat tanjak bagi pemula yang tidak terlalu rumit. Namun tantangan utamanya justru terletak pada kemampuan menjahit menggunakan mesin untuk memastikan setiap lipatan rapi dan kuat.

"Bersyukur bisa memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin menghargai keindahan di balik lipatan tanjak, yang merupakan simbol kuat dari warisan budaya Melayu ini," ucapnya.

Suherman sendiri sudah mulai menggeluti usaha pembuatan tanjak sejak 2017. Keresahan akan sulitnya mendapatkan busana khas Melayu di Pontianak, khususnya tanjak sebagai pelengkap pakaian adat membuatnya mulai tergerak untuk mencoba secara otodidak saat itu.

Kini,tanjak yang diproduksi Suherman dengan merek Kampung Tanjak mulai banyak membanjiri pasaran di berbagai daerah. Pasar lokal habis dilibasnya hingga  mancanegara khususnya negara tetangga (Malaysia) yang banyak peminatnya.

"Semua bahan kain untuk membuat tanjak tetap bernilai ekonomis. kain sisa dari pembuatan tanjak saya buat menjadi dompet,gantungan kunci  dan miniatur berbentuk tanjak," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sejak tahun 2019 dirinya sudah melakukan pelatihan secara mandiri bagi  warga yang tertarik membuat tanjak. Kali ini ada sekitar 15 orang masyarakat dan komunitas yang terlibat dalam pelatihan Seni Melipat Tanjak.

"Berkat dukungan dari pemerintah kota Pontianak dan berbagai pihak  hari ini,Kamis (29) saya berkesempatan membagikan Ilmu yang saya miliki dalam hal membuat tanjak. Keterampilan ini harus terus saya sebarkan ke masyarakat luas agar dapat bermanfaat," tuturnya.

Suherman mengakui bahwa tidak sulit untuk membuat tanjak hanya diperlukan ketelitian dan ketelatenan untuk menyelesaikan pembuatan 1 tanjak dalam satu jam. Selain itu seni melipat tanjak perlu terus diwariskan agar generasi seterusnya tetap paham akan makna dari seni melipatnya.

Di Kota Pontianak ada beberapa seni melipat tanjak yang cukup populer di kalangan masyarakat. Seperti yang diajarkan sekarang ini bagi pembuat pemula adalah seni melipat tanjak bernama dendam tak sudah dari bentuknya lebih simpel.

"Selain itu ada seni melipat tebing laksmana yang biasa digunakan oleh pesilat, lipatan laksmana trong,semangat bugis,mahkota alam yang biasa dijumpai atau banyak digunakan. Walaupun masih banyak bentuk seni lipatan tanjak yang biasa digunakan warga." Jelasnya.

Wakil Walikota Pontianak, Bahasan yang hadir sekaligus membuka pelatihan tersebut. Ia mengapresiasi kegiatan pelatihan sangat positif bagi masyarakat. Sebab saat ini kota Pontianak hanya memiliki souvenir yang khas yaitu Tugu khatulistiwa. Adanya pelatihan pembuatan tanjak ini diharapkannya bisa menjadi inovasi baru untuk menjadi souvenir khas Kota Pontianak.

"Adanya pelatihan ini diharapkan bisa mendorong UMKM baru di beberapa daerah Kota Pontianak sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat."harapnya. (yad)

Editor : Hanif
#UMKM Lokal #tanjak #pelatihan #pontianak #melayu #warisan budaya