PONTIANAK POST – Di tengah persaingan dunia kerja yang kian ketat, penguasaan teori akademik saja tidak lagi cukup.
Menyadari hal itu, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar pelatihan pembuatan portofolio karir bagi mahasiswa Program Studi Diploma 3 Administrasi Perkantoran.
Kegiatan ini digelar di SMKN 3 Pontianak, Minggu (5/10), sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi mahasiswa.
Para akademisi FISIP Untan menilai, banyak lulusan baru yang masih kesulitan menampilkan keunggulan diri melalui Curriculum Vitae (CV) dan portofolio digital, padahal keduanya menjadi gerbang utama menuju dunia profesional.
“IPK saja tidak cukup! Penting untuk mengolah informasi, keterampilan, pengalaman, dan branding diri sejak masih kuliah agar tercermin dalam CV,” ujar Adityo Darmawan Sudagung, salah satu pemateri pelatihan di hadapan sekitar 60 peserta.
Adityo menekankan pentingnya menyesuaikan isi portofolio dengan profil dan keahlian yang relevan agar penyedia kerja dapat menilai potensi lulusan secara lebih tepat.
Sementara itu, Parlindungan Hutapea mengingatkan pentingnya kesiapan kerja sejak masa kuliah.
Menurutnya, mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk memperkaya kemampuan, karena kini banyak pelatihan daring gratis yang menawarkan sertifikasi kompetensi.
“Banyak alternatif pelatihan gratis yang bisa dimanfaatkan. Mahasiswa harus mulai membekali diri dengan keterampilan tersertifikasi,” ujarnya.
Pemateri lainnya, Ovy Novakarti, mendorong mahasiswa untuk memperkuat personal branding melalui platform digital.
Ia menyebut, penggunaan situs profesional seperti LinkedIn dan Jobstreet dapat membantu algoritma dunia kerja mengenali kompetensi lulusan sesuai bidangnya.
“Portofolio digital yang informatif dan spesifik akan memperkuat citra diri mahasiswa di mata industri,” tuturnya.
Sementara itu, Fatmawaty Nur menegaskan pentingnya membangun jejaring profesional.
Menurutnya, interaksi dengan komunitas dan kelompok sevisi akan memperluas peluang dan memperkuat kapasitas diri.
“Lingkungan yang positif akan mendukung visi karir dan memperkuat fokus pengembangan diri,” katanya.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri FISIP Untan, Annisa Rizqa Alamri, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk menyusun roadmap pengembangan kapasitas secara mandiri dan terarah.
“Kami ingin mahasiswa mulai menyiapkan diri menghadapi pasar kerja dengan portofolio yang kuat, relevan, dan menarik,” ungkapnya.
Kegiatan berdurasi dua jam ini diikuti antusias oleh para mahasiswa.
Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. *
Editor : Aristono Edi Kiswantoro