Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

2.143 Koperasi Merah Putih Siap Bergerak, Sekda Kalbar Tekankan Pendampingan dan Kapasitas SDM

Novantar Ramses Negara • Selasa, 21 Oktober 2025 | 07:35 WIB

 

KOPERASI : Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pendamping koperasi untuk memastikan Koperasi Merah Putih.
KOPERASI : Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pendamping koperasi untuk memastikan Koperasi Merah Putih.

PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pendamping koperasi untuk memastikan Koperasi Merah Putih dapat beroperasi secara efektif, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan Harisson saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Kalimantan Barat, yang digelar di Hotel Harris Pontianak, Senin pagi (20/10).

Dalam sambutannya, Harisson mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah Koperasi Merah Putih di Kalimantan Barat telah mencapai 2.143 unit. Seluruh koperasi tersebut sudah memiliki badan hukum lengkap dan dalam waktu dekat akan memperoleh dukungan modal. Ia berharap koperasi-koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun sebelum koperasi menjalankan kegiatan usaha, Harisson menekankan pentingnya pembekalan dan pelatihan bagi para pengurus dan pendamping. Pasalnya, tidak semua pengurus memiliki latar belakang atau kemampuan dalam berbisnis.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah agar para pendamping benar-benar memahami dan menguasai ilmu yang disampaikan narasumber. Ilmu yang diterima harus diserap secara utuh — 100 persen, bukan 80 persen — agar dapat diteruskan dengan baik kepada koperasi binaannya,” ujar Harisson.

Ia menambahkan, pelatihan perlu mencakup materi dasar dalam bisnis dan pengelolaan keuangan, seperti kemampuan membaca peluang, membuat perencanaan usaha, serta memahami prinsip ekonomi sederhana.

“Prinsipnya sederhana: bagaimana mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Pendamping dan pengurus koperasi harus jeli melihat potensi desa yang bisa dikembangkan menjadi usaha produktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekda juga menyoroti pentingnya etos kerja hemat dan tanggung jawab dalam mengelola koperasi. Ia mengingatkan agar pengurus menerapkan efisiensi operasional dan menghindari penggunaan dana koperasi atau dana publik untuk kegiatan yang tidak produktif.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar itu juga berpesan agar koperasi memulai usaha dari skala kecil terlebih dahulu sebelum memperluas cakupan bisnisnya.

“Mulailah dari hal kecil, kemudian tumbuh menjadi besar. Jangan terburu-buru melakukan studi banding sebelum memiliki usaha yang jelas. Studi banding baru bermakna ketika sudah ada pengalaman dan pencapaian yang bisa dibandingkan, termasuk belajar dari usaha yang belum berhasil,” tegasnya.

Harisson berharap, melalui pelatihan ini, para pendamping koperasi dapat menjadi agen penggerak ekonomi rakyat yang kompeten dan berdedikasi. Dengan pendampingan yang tepat, Koperasi Merah Putih diyakini akan tumbuh menjadi wadah ekonomi yang kuat, transparan, dan berdaya saing.

“Kita ingin koperasi bukan hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar hidup, tumbuh, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di desa,” pungkas Harisson. (mse/r)

Editor : Hanif
#penggerak #ekonomi desa #harisson #Peningkatan Kapasitas #Sekda Kalbar #Koperasi Merah Putih