Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kemenag Kalbar Tekankan Pentingnya Manasik Haji Sebagai Bekal Spiritual dan Teknis Jemaah

Marsita Riandini • Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:17 WIB

Muhajirin Yanis
Muhajirin Yanis

PONTIANAK POST — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, menegaskan bahwa kegiatan manasik haji memiliki peran penting sebagai bekal bagi calon jemaah agar ibadah haji berjalan lancar, tertib, dan penuh makna.

“Kesiapan mental dan spiritual itu sangat penting. Manasik haji tidak hanya membahas tata cara ibadah, tetapi juga hal-hal teknis yang perlu dipahami oleh jemaah,” ujar Muhajirin saat memberikan arahan dalam kegiatan Manasik Haji KBIHU Al-Arafah, di Pontianak, Sabtu (25/10).

Ia mengingatkan para calon jemaah agar tidak hanya berangkat dengan niat semata, tetapi juga dengan ilmu dan pemahaman manasik yang benar.

“Setiap rukun dan tata cara ibadah harus dilakukan sesuai tuntunan. Karena itu, berangkat haji harus dibekali ilmu agar ibadah diterima dan membawa keberkahan,” jelasnya.

Muhajirin juga mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kesehatan fisik menjelang keberangkatan, terutama dengan mengurangi makanan berminyak dan menjaga pola hidup sehat.

“Ibadah haji membutuhkan kekuatan, kesehatan, dan kesabaran. Jadi, jaga kondisi tubuh agar tetap prima,” pesannya.

Selain aspek spiritual, Muhajirin turut menekankan pentingnya kesiapan administrasi. Ia meminta Kasi PHU dan KBIHU memastikan seluruh jemaah telah memiliki paspor serta dokumen perjalanan yang lengkap.

Terkait peralihan aset dan pengelolaan haji nasional, Muhajirin menjelaskan bahwa proses transisi menuju pembentukan Kementerian Haji berjalan tanpa hambatan. Langkah tersebut menjadi tonggak baru dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang lebih efektif dan profesional.

“Kementerian Agama mendukung penuh proses peralihan ini, termasuk dalam pengelolaan aset dan sumber daya manusia,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur KBIHU Al-Arafah, Ahmad Kholil, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan manasik tahun ini. Ia menuturkan bahwa KBIHU Al-Arafah telah berdiri sejak tahun 2003, dan kini genap berusia 22 tahun.

“Alhamdulillah, sejak berdiri hingga saat ini, sudah lebih dari 4.000 jemaah haji yang telah kami bimbing,” ungkap Ahmad Kholil.

Kegiatan manasik tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KBIHU dan Kemenag dalam meningkatkan kualitas pembinaan ibadah haji di Kalimantan Barat. **

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#manasik haji #Kemenag Kalbar