Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Program MBG Dorong Peternak Lokal dan UMKM Kalbar Kian Berkembang

Siti Sulbiyah • Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:11 WIB
Rudy M Harahap
Rudy M Harahap

PONTIANAK POST - Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalbar, Rudy M. Harahap melihat peran pelaku usaha kecil dan peternak lokal dalam rantai pasok program Makanan Bergizi Gratis (MBG) semakin meningkat. Hal ini ia temui ketika melakukan sidak di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kubu Raya baru-baru ini.

Di Desa Arang Limbung 3, Kecamatan Sungai Raya, misalnya, terungkap bahwa pasokan bahan baku, khususnya ayam, diambil dari peternak lokal yang bekerja sama dengan distributor besar.

“Keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersedianya makanan yang bergizi, tetapi juga dampak ekonomi yang tercipta bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Ia menilai pemasok bahan baku harus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor agar pelaku usaha lokal dapat berperan aktif sebagai supplier program MBG. “Jika UMKM, peternak, dan pedagang lokal diberi ruang untuk terlibat, maka program MBG ini tidak hanya akan menyehatkan generasi muda, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di daerah,” ungkapnya.

Dari hasil sidak tersebut, Rudy menyebut bahwa ayam dari peternak lokal disalurkan kepada pedagang UMKM melalui beberapa perusahaan besar yang bergerak di bidang pasokan ayam potong. Peternak lokal juga mengakui peternakannya didukung oleh perusahaan besar dalam hal pakan, bibit, dan penyaluran.

“Sayangnya, rantai pasok bahan baku ini belum dapat berjalan secara langsung dari peternak lokal ke pedagang UMKM,” tuturnya.

Dalam sidak yang telah dilakukan, diketahui bahwa kendala yang dihadapi peternak adalah menyediakan pasokan ayam dengan permintaan yang besar untuk program MBG. Dukungan infrastruktur dan fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kapasitas diharapkan oleh para peternak ini. 

"Kami melihat perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat dapur SPPG dan membuka akses kredit usaha bagi UMKM serta peternak lokal,” katanya.

Dengan infrastruktur yang memadai dan dukungan pembiayaan yang mudah dijangkau, ia menilai keberlanjutan serta kualitas program MBG dapat terus terjaga.

Selain aspek ekonomi, Rudy juga menekankan pentingnya higienitas dapur MBG, yaitu memastikan dapur SPPG memenuhi standar kesehatan, salah satunya melalui kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). (sti)

 

Editor : Hanif
#program mbg #UMKM Lokal #rantai pasok #kalimantan barat #peternak #bergizi #bahan baku