PONTIANAK POST - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, Rabu (29/10).
Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Serta Masyarakat Keagamaan dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia” dan diikuti secara virtual di 83 titik lokasi se-Kalimantan Barat yang melibatkan pimpinan majelis agama, tokoh lintas agama, dan penyuluh agama dan ASN Kemenag se-Kalbar.
Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Johnson Ridwan Ginting, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara KPK dan Kanwil Kemenag Kalbar dalam menyuarakan semangat antikorupsi di kalangan tokoh agama.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi tokoh agama untuk berperan aktif dalam mencegah korupsi. KPK tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan moral, spiritual, dan sosial dari para tokoh agama agar pesan kejujuran dan integritas mengakar kuat di masyarakat,” ungkap Johnson.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Safari Keagamaan Antikorupsi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kubu Raya bersama umat Buddha dengan materi bimbingan teknis antikorupsi. Sementara di Pontianak, kegiatan diperluas untuk melibatkan peserta lintas agama.
“Siang hari ini, kami juga menjadwalkan pertemuan khusus dengan Kakanwil dan para Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat untuk memperkuat sinergi dan memastikan hasil kegiatan ini bisa diimplementasikan secara maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis menyampaikan apresiasi tinggi kepada KPK atas terselenggaranya kegiatan ini di Kalimantan Barat. Ia menilai kegiatan ini mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap KPK yang selama ini identik dengan penindakan hukum semata.
“Terkadang masyarakat berpikir KPK hanya identik dengan jaket oranye dan penegakan hukum. Padahal, KPK juga aktif dalam sosialisasi dan pencegahan bersama masyarakat. Hari ini, kita bersama-sama meneguhkan komitmen melalui Safari Keagamaan Antikorupsi,” ujar Muhajirin.
Menurutnya, kegiatan ini sangat efektif karena melibatkan lebih dari 80 titik lokasi se-Kalimantan Barat, mencakup satuan kerja, tokoh agama, dan pimpinan masyarakat lintas agama seperti MUI, PGI, dan pemimpin gereja.
“Peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan edukasi, informasi, serta keteladanan kepada masyarakat, keluarga, dan anak-anak agar hidup sesuai ajaran agama dan aturan yang berlaku. Jika iman dan moral kuat, insya Allah tidak ada ruang bagi korupsi,” tegasnya.
Muhajirin berharap, semangat antikorupsi yang ditanamkan melalui kegiatan ini tidak berhenti di tataran seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan moral nasional yang dimulai dari hati, rumah tangga, tempat ibadah, hingga lingkungan kerja.
Kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis tentang pemahaman korupsi yang disampaikan oleh Rommy Iman Sulaiman, Analis Pemberantasan Tindak Korupsi KPK RI, serta sesi diskusi interaktif bersama para peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. (mrd)
Editor : Hanif