Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

DPRD Kalbar Serap Aspirasi Santri dan Petani, Yuliani Soroti Minimnya Dukungan bagi Pesantren

Deny Hamdani • Senin, 3 November 2025 | 16:40 WIB
Yuliani, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Ketapang–Kayong Utara.
Yuliani, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Ketapang–Kayong Utara.

PONTIANAK POST - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Ketapang–Kayong Utara, Yuliani, menuturkan bahwa dalam kegiatan reses yang ia lakukan di Kabupaten Ketapang, banyak aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, terutama di bidang pendidikan, infrastruktur pedesaan, dan dukungan bagi pondok pesantren.

"Kemarin saya reses di Kabupaten Ketapang, ada sekitar 10 titik yang saya kunjungi. Saya banyak ke pondok-pondok pesantren karena bertepatan dengan momen Hari Santri, dan banyak ustaz yang minta saya datang untuk melihat langsung kondisi mereka,” ujar Yuliani, Senin(3/11) di Gedung DPRD Kalbar.

Menurutnya, kondisi beberapa pesantren di wilayah Ketapang masih sangat membutuhkan perhatian dan bantuan, baik dalam bentuk perbaikan fasilitas maupun bantuan lainnya bagi para santri yang belajar ilmu.

"Banyak pondok pesantren yang betul-betul membutuhkan bantuan kita. Jadi saya juga sempat memberikan bantuan makanan dan barang kebutuhan lainnya. Selama ini, perhatian ke pondok-pondok seperti ini memang agak kurang,” ungkapnya.

Selain menyerap aspirasi dari kalangan pesantren, Yuliani juga mengunjungi sejumlah desa yang sedang mengadakan kegiatan masyarakat, seperti turnamen olahraga, serta menampung berbagai usulan pembangunan infrastruktur.

"Banyak desa mengusulkan rabat beton dan normalisasi saluran air, karena daerah perkebunan mereka sering tergenang banjir. Ini membuat alat-alat berat sulit masuk ke lokasi, jadi mereka minta perhatian khusus,” jelasnya.

Namun, Yuliani mengakui bahwa pelaksanaan bantuan pembangunan di lapangan tidak selalu mudah, karena adanya aturan teknis yang harus dipenuhi, seperti keharusan menyertakan laporan atau hasil laboratorium teknis.

"Kadang masyarakat ingin cepat dibantu, tapi karena ada aturan seperti laporan teknis, jadi kita juga bingung. Apalagi akses ke kebun mereka susah dan alat berat tidak bisa masuk,” katanya.

Di bidang pendidikan, Yuliani juga menerima sejumlah usulan dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memerlukan pembangunan pagar dan fasilitas pendukung lainnya. "Ada beberapa sekolah yang minta dibangunkan pagar. Jadi memang kebutuhan pendidikan juga masih banyak yang harus diperhatikan,” tambahnya.

Yuliani menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat yang dikumpulkan selama masa reses akan disampaikan dalam rapat bersama Pemerintah Provinsi Kalbar untuk ditindaklanjuti sesuai prioritas pembangunan daerah.

"Yang penting sekarang, semua aspirasi sudah kita tampung. Tinggal nanti bagaimana kita perjuangkan agar bisa direalisasikan,” pungkasnya. (den)

Editor : Miftahul Khair
#petani #DPRD Kalbar #aspirasi #santri #pondok pesantren #perhatian #reses