Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Luas Karhutla di Kalbar Turun Drastis, BPBD Catat Penurunan Lebih dari 87 Ribu Hektare

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 4 November 2025 | 08:06 WIB

 

Tim gabungan berupaya memadamkan api karhutla di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat (13/6).
Tim gabungan berupaya memadamkan api karhutla di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat (13/6).

PONTIANAK – Upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2024 membuahkan hasil signifikan. Luas lahan yang terbakar turun drastis dari 111.848,46 hektare pada 2023 menjadi hanya 24.154,63 hektare pada 2024, atau berkurang lebih dari 87 ribu hektare.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi Bencana, BPBD Kalbar, Daniel mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil penerapan strategi patroli darat yang lebih aktif dan terarah. “Tahun ini kami tidak lagi menunggu munculnya titik api. Patroli darat dilakukan ke wilayah-wilayah rawan karhutla untuk melakukan pengawasan dan pembasahan dini,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung penerapan tiga strategi utama pengendalian karhutla, yakni pembasahan, pemblokiran, dan pemadaman. Seluruhnya dilakukan berdasarkan hasil analisis potensi kebakaran dari data cuaca, titik panas BMKG, serta pemetaan daerah rawan. “Operasi pembasahan terbukti sangat berpengaruh secara signifikan dalam menekan luas kebakaran,” tambahnya.

Dampak positif dari pengendalian karhutla ini dirasakan langsung masyarakat. Bandara Internasional Supadio tetap beroperasi normal tanpa gangguan penerbangan akibat asap. Aktivitas pendidikan, dan pelabuhan berjalan lancar, sementara kasus penyakit ISPA menurun signifikan. “Kualitas udara jauh lebih baik. Aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak terganggu, dan ini keberhasilan bersama,” jelasnya.

Daniel menyebut keberhasilan penanggulangan karhutla di Kalbar tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Kodam XII/Tanjungpura, Lanud Supadio, Lantamal XII Pontianak, Polda Kalbar, hingga BPBD kabupaten/kota dan masyarakat. “BPBD tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dari dusun, desa, kecamatan, hingga kabupaten sangat penting. Semua elemen harus bergerak bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada 2025 BPBD Kalbar berkomitmen menjaga wilayah tetap bebas asap, terutama di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, hingga kawasan perbatasan seperti Kabupaten Sambas dan Sanggau. 

“Keberhasilan ini berkat arahan dan bimbingan Bapak Gubernur Kalbar. Ke depan kami akan terus memperkuat strategi agar Kalbar tetap biru, bebas asap, dan aman bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(bar)

Editor : Hanif
#pembasahan #BPBD KALBAR #karhutla #patroli #strategi #turun drastis