Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

BMKG Imbau Warga Kalbar Waspadai Puncak Musim Hujan November 2025–Februari 2026

Marsita Riandini • Selasa, 4 November 2025 | 08:22 WIB

 

Logo BMKG
Logo BMKG

PONTIANAK POST - Periode November 2025 hingga Februari 2026 menjadi fase puncak musim hujan utama bagi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan yang berpotensi meningkatnya curah hujan tinggi dan bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diimbau untuk waspada potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul sewaktu-waktu karena kondisi atmosfer yang belum stabil.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk waspada potensi hujan intensitas sedang sampai dengan lebat di sebagian wilayah pada tanggal 3 sampai dengan 9 November 2025.

Waspada juga  potensi kemudahan terjadi kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah pada tanggal 03, 07 dan 08 November 2025.

Prakirawan BMKG Kalbar-Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Debi mengatakan pada Selasa (4/11) prakiraan angin di lapisan 3.000 kaki terpantau pergerakan arah angin di sekitar wilayah Kalimantan Barat bergerak dari arah Barat  dengan kecepatan angin kami prakirakan 11 hingga 18 knots.

"Esok hari wilayah Kalimantan Barat kami prakirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang, sore dan malam hari,” katanya.

“Waspada potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau pun petir yang disertai angin kencang berdurasi singkat."

BMKG juga mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan sedang hingga lebat seiring dengan masuknya sebagian besar wilayah Indonesia ke puncak musim hujan.  

Periode November 2025 hingga Februari 2026 menjadi fase puncak musim hujan utama bagi sebagian besar wilayah Indonesia yang berpotensi meningkatnya curah hujan tinggi dan bencana hidrometeorologi.

Kondisi ini turut didukung dengan dinamika atmosfer yang aktif sehingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Dalam sepekan ke depan, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami kondisi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai potensi peningkatan hujan menjadi sedang hingga sangat lebat di sejumlah daerah.

Berdasarkan analisis peringatan dini BMKG, hujan berintensitas sedang hingga lebat yang perlu diwaspadai berpotensi terjadi di berbagai wilayah, meliputi Aceh, Sumatera bagian selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Kalbar memperkirakan curah hujan di wilayah provinsi ini pada Dasarian I atau 1–10 November 2025 sedikit berkurang dibandingkan dasarian sebelumnya. Masyarakat diimbau untuk menyiapkan cadangan air, dan tetap waspadai potensi hujan tinggi di beberapa daerah.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, curah hujan pada Dasarian III Oktober 2025 berkisar antara 50–150 milimeter per dasarian dengan kategori menengah. Curah hujan tertinggi tercatat sebesar 275 milimeter per dasarian di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, dengan kategori sangat tinggi.

Sifat hujan umumnya berada pada kategori bawah normal hingga normal. Sementara sifat hujan atas normal terpantau di sebagian kecil wilayah seperti Sambas, Singkawang, Kubu Raya, Landak, Sanggau, Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Ketapang, dan Kayong Utara.

Hasil pengamatan hari tanpa hujan hingga 31 Oktober menunjukkan sebagian besar wilayah Kalbar masih mengalami hujan. Hanya Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, yang mencatat hari tanpa hujan terpanjang selama sembilan hari dengan kategori pendek. (mrd)

Editor : Hanif
#Curah Hujan Tinggi #Cuaca Ekstrem #imbau warga #BMKG Kalbar #puncak musim hujan