Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkot Pontianak Ajak Warga Disiplin Buang Sampah Dukung Sistem Pengelolaan Modern

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 4 November 2025 | 08:38 WIB
Syarif Usmulyono
Syarif Usmulyono

PONTIANAK POST - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban seluruh masyarakat.

Menurutnya, tanpa adanya partisipasi aktif warga, upaya pemerintah dalam menangani sampah tidak akan berjalan maksimal, seberapapun besar dana yang digelontorkan.

“Urusan sampah bukan hanya tugas pemerintah. Sungai dan parit itu tanggung jawab PUPR, tapi sampah adalah urusan kita bersama. Tolong buang sampah pada waktunya, jangan lagi ada yang membuang di tanah kosong atau parit,” tegasnya Senin (3/11).

Dia menjelaskan bahwa sampah yang dihasilkan berasal dari aktivitas manusia maupun alam, baik dalam bentuk padat maupun cair. Jenis sampah anorganik seperti plastik dan kresek masih mendominasi. Dari data DLH, Kota Pontianak menghasilkan 411,96 ton sampah setiap hari.

Sementara lahan TPA yang tersisa hanya 10 hektare. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena hampir seluruh TPA di Indonesia kini terancam ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akibat sistem open dumping.

Sebagai langkah solutif, pemerintah Kota Pontianak mendapat bantuan dari Bank Dunia senilai Rp207 miliar untuk membangun pabrik pengolahan sampah di atas lahan 51 hektare.

Pabrik ini akan mengubah sistem lama menjadi sistem modern yang mengolah semua sampah tanpa lagi menimbun. Hasil olahan akan dimanfaatkan sebagai pupuk  dan dikerjasamakan dengan pihak Petrokimia.

Selain itu, DLH juga berkomitmen untuk mengubah konsep pengelolaan sampah dari kumpul, angkut, timbun menjadi kumpul, angkut, olah. Usmulyono menegaskan bahwa perubahan konsep ini membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat melalui kegiatan seperti bank sampah dan pengurangan sampah dari sumbernya.

“Penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kalau masyarakat bisa memilah dan mengurangi, maka beban TPA akan jauh berkurang,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, DLH menjadikan tiga lokasi bantaran sungai sebagai pilot project pengelolaan sampah terpadu. Berkat kerja keras bersama, Kota Pontianak berhasil meraih Piala Adipura dua tahun berturut-turut  dengan nilai skor 71 dari 20 indikator penilaian.

Meski begitu, dia tetap mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengurangan sampah sejak awal, pemanfaatan kembali barang bernilai ekonomis, serta kepatuhan terhadap Perda mengenai jadwal pembuangan sampah.

“Tolong buang sampah pada jam enam pagi sesuai Perda. Mari kita satu visi, karena sehebat apa pun sistemnya, semua berawal dari perilaku masyarakat,” tutupnya.(iza)

Editor : Hanif
#modern #pemkot pontianak #Lingkungan Bersih #Pengelolaan #buang sampah #Tepat Waktu #ajak warga