PONTIANAK POST – Ketua Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Yohanes Budiman, menegaskan bahwa kegiatan Pesparani memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ajang perlombaan. Ia menekankan, Pesparani merupakan sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat Katolik di seluruh Kalimantan Barat, sekaligus menjadi wadah pelestarian kebudayaan lokal.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk menjaga dan menghidupkan tradisi nyanyian liturgi Katolik di tengah masyarakat. Ada beberapa hal yang menjadi kunci penting terkait makna Pesparani ini,” ungkap Yohanes Budiman usai melaksanakan audiensi bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, di Ruang Wagub Kalbar, Senin (3/11).
Ia menjelaskan, Pesparani diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarumat Katolik dari berbagai daerah dan suku di Kalimantan Barat, sehingga semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan.
Selain itu, Yohanes menilai kegiatan ini juga menjadi platform untuk mengintegrasikan dan melestarikan budaya lokal dalam nyanyian serta seni liturgi Gereja Katolik, yang mencerminkan kekayaan budaya Kalbar.
“Tujuan dari terselenggaranya acara ini adalah menjaga tradisi dan semangat persatuan umat Katolik di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Yohanes juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pihak gereja, dan seluruh peserta atas dukungan mereka sehingga Pesparani I Kalbar dapat terselenggara dengan baik.
“Kita berharap semangat dan nilai-nilai yang dibawa oleh Pesparani tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari umat, baik di lingkungan gereja maupun masyarakat umum,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesparani Katolik I Tingkat Provinsi Kalbar.
“Atas nama pemerintah dan pribadi, saya sangat mendukung kegiatan-kegiatan bernuansa keagamaan. Kita tahu bahwa Kalimantan Barat, bahkan Indonesia, berdiri atas semangat persatuan budaya dan agama. Karena itu, kita perlu merawat keragaman ini agar menjadi simbol kekuatan dalam merajut bingkai kesatuan,” jelasnya. (mse/r)
Editor : Hanif