PONTIANAK POST - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalimantan Barat menyatakan dukungan terhadap kolaborasi lintas profesi dalam upaya menekan angka kasus kanker di daerah. Dukungan tersebut disampaikan Ketua YKI Kalbar, Windy Prihastari, saat menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cabang Kota Pontianak periode 2025–2028, akhir pekan lalu.
Dalam kegiatan itu, Manuel Hutapea resmi dilantik sebagai Ketua POI Pontianak. Acara pelantikan dirangkaikan dengan Workshop dan Simposium “West Borneo Oncology Update: From Early Detection To A Multidisciplinary Team Approach” yang dihadiri tenaga medis, akademisi, serta pegiat kesehatan di bidang onkologi.
Windy menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan POI Pontianak yang dinilainya sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antarprofesi medis dan lembaga kesehatan.
“YKI Kalbar sangat menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker,” ujarnya.
Ia menegaskan, edukasi dan deteksi dini merupakan kunci utama menurunkan angka kejadian kanker. Karena itu, YKI siap berkolaborasi dengan POI untuk memperluas jangkauan sosialisasi serta memperkuat sistem penanganan kanker secara terpadu di Kalbar.
“Kami siap bekerja sama melalui kegiatan promotif, preventif, suportif, dan paliatif. Semua ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien kanker,” tambahnya.
Windy juga memaparkan empat fokus utama YKI Kalbar, yakni promotif, dengan meningkatkan literasi masyarakat tentang kanker; preventif, melalui edukasi gaya hidup sehat dan deteksi dini; suportif, dengan pendampingan bagi pasien dan penyintas; serta paliatif, guna meringankan penderitaan pasien melalui perawatan intensif.
Selain itu, YKI Kalbar aktif menggelar seminar, kampanye edukatif, serta menyediakan layanan deteksi dini seperti Pap smear, mamografi, dan USG. Yayasan ini juga mengelola Sasana Marsudi Husada, rumah singgah bagi pasien dan keluarga yang menjalani perawatan, serta kelompok penyintas kanker untuk berbagi semangat dan pengalaman.
Windy berharap kolaborasi antara YKI Kalbar dan POI Pontianak menjadi langkah konkret menuju sistem penanggulangan kanker yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan semangat kebersamaan lintas profesi, kita dapat menciptakan langkah nyata dalam mencegah, menangani, dan mendukung para pejuang kanker di Kalbar,” pungkasnya.(bar)
Editor : Hanif