Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Perekonomian Kalbar Tumbuh 5,31% di 2025, Sektor Pertambangan Bauksit Tunjukkan Lonjakan Signifikan

Siti Sulbiyah • Kamis, 6 November 2025 | 10:05 WIB

 

Ilustrasi bauksit. (Jawa Pos)
Ilustrasi bauksit. (Jawa Pos)

PONTIANAK POST – Lonjakan produksi bauksit dan pasir silika menjadikan sektor pertambangan sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan III-2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 33,96 persen, jauh melampaui sektor lainnya.

Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menjelaskan, kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 1,49 persen. Angkanya terbesar dibandingkan lapangan usaha lain. “Pertambangan yang mencatat pertumbuhan terbesar ini didukung oleh bauksit dan pertambangan pasir,” ujarnya saat rilis data ekonomi, Rabu (5/11).

Secara keseluruhan, ekonomi Kalbar tumbuh 5,31 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,04 persen. Dengan capaian itu, Kalbar menempati peringkat kedua tertinggi di Kalimantan, hanya terpaut tipis dari Kalimantan Tengah (5,36 persen).

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang, yakni sebesar 37,93 persen. Adapun secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Kalbar hingga triwulan III-2025 tumbuh 5,30 persen, dengan pertambangan dan penggalian kembali mencatat lonjakan tertinggi, yaitu 29,61 persen.

Kinerja ekonomi Kalbar juga menunjukkan momentum positif secara triwulanan (q-to-q) dengan pertumbuhan 1,26 persen. Lapangan usaha jasa pendidikan tumbuh paling tinggi di antara sektor nonpertambangan, yaitu 4,88 persen, sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) naik signifikan 9,70 persen.

Kontribusi Kalbar terhadap ekonomi Pulau Kalimantan tercatat sebesar 17,29 persen. “Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di Kalimantan,” kata Saichudin. Ia menilai keunggulan Kalteng masih dipengaruhi kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global.

Tren positif sektor tambang Kalbar telah terlihat sejak triwulan II-2025, di mana pertambangan tumbuh 39,24 persen (yoy). Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat (Bank Indonesia, Agustus 2025) mencatat, lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya penambangan bauksit, pasir silika, dan emas.

Dalam laporan itu, produksi bauksit meningkat seiring membaiknya realisasi produksi dan dukungan regulasi. Dengan potensi produksi alumina mencapai 5,2 juta ton per triwulan, kebutuhan bahan baku bauksit diperkirakan tiga kali lipatnya atau lebih dari 15 juta ton per triwulan.

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) juga memperkuat prospek produksinya setelah memperoleh persetujuan RKAB lebih besar pada dua IUP pada triwulan III-2025. Laba bersih perusahaan pada triwulan I-2025 bahkan telah mendekati 50 persen dari total capaian sepanjang 2024.

Kinerja serupa juga ditunjukkan PT Antam Tbk, yang mencatat peningkatan signifikan produksi bauksit pada semester I-2025 hingga 1,38 juta ton, melonjak tajam dibandingkan 542 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi chemical grade alumina (CGA) pun meningkat dari 62.736 ton menjadi 89.385 ton.

Bank Indonesia menilai, produksi bauksit Kalbar akan terus meningkat seiring tingginya kebutuhan bahan baku alumina domestik. Namun, lembaga itu juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan tata kelola tambang yang berkelanjutan agar pertumbuhan tidak menimbulkan dampak ekologis jangka panjang. (sti)

Editor : Hanif
#ekonomi kalbar #sektor pertambangan #kalimantan barat #pertumbuhan ekonomi #bauksit #pasir silika