Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Komunitas Musisi Pontianak Dorong Regulasi untuk Kesejahteraan Seniman Musik

Siti Sulbiyah • Minggu, 16 November 2025 | 20:08 WIB
FOTO BERSAMA: Sejumlah komunitas musisi di Kota Pontianak dalam kegiatan Ruang Sinergi Musisi yang digelar, Kamis (13/9) malam.
FOTO BERSAMA: Sejumlah komunitas musisi di Kota Pontianak dalam kegiatan Ruang Sinergi Musisi yang digelar, Kamis (13/9) malam.

 

PONTIANAK POST - Berbagai komunitas musik di Kota Pontianak turut hadir dalam kegiatan Ruang Sinergi Musisi yang digelar di Kedai Sumber Rezeki pada Kamis (13/9) malam.

Wadah  ini menghadirkan ruang bertukar gagasan antar komunitas guna membangun visi bersama, mempererat kebersamaan, serta mendorong adanya regulasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan para musisi di Pontianak.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai isu mulai dari situasi terkini dunia musik lokal, tantangan yang dihadapi komunitas, hingga strategi dan inovasi agar musisi Kalbar dapat lebih optimal memanfaatkan platform digital.

Arah pengembangan musisi Pontianak ke depan, termasuk proses regenerasi dan edukasi bagi talenta muda, juga menjadi bagian dari diskusi.

Ketua Komunitas Gitarpon, Aris Hermawan, menegaskan bahwa pertemuan ini digagas karena para musisi Pontianak memiliki tujuan yang sama.

“Terutama pada kesejahteraan musisi di Kota Pontianak,” katanya.

Aris menyampaikan bahwa hasil diskusi akan dirangkum dan dibawa ke sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari anggota dewan yang membidangi kesenian hingga Dinas Pariwisata.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah perlu adanya peraturan tentang standarisasi harga musisi demi menciptakan keadilan bagi pelaku musik yang tampil di berbagai venue.

Ketua Pontianak Jamming Club (PJC), Agung, menilai Pontianak memiliki karakter sebagai “kota berbasis musisi”.

Ia menilai banyak talenta lokal yang telah mampu menembus panggung nasional bahkan internasional. “Potensi kita besar, kafe juga banyak,” katanya.

Agung menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah minimnya dukungan pemerintah dan belum adanya event kolaboratif berskala besar yang melibatkan unsur musisi dan budaya.

Ia pun menilai apabila terdapat perda standarisasi musisi, maka akan memperkuat posisi pelaku musik di daerah.

Ketua Komunitas Musisi Cafe Pontianak (Komicpon), Endra Despani, mengatakan pihaknya pernah mengusulkan lahirnya perda yang mengatur perlindungan dan standarisasi musisi kepada DPRD Kota Pontianak.

“Kami berharap perda ini bisa menjadi peraturan wali kota nantinya,” terangnya.

 Endra menambahkan musisi harus kompak agar tidak mudah terpecah dan dapat memperjuangkan standar yang layak, termasuk mendorong hadirnya perda tersebut.

Perwakilan Komunitas Kapak Merah, Obi, menekankan pentingnya sinergi antarkomunitas. Menurutnya, Pontianak sebagai kota berkembang memiliki peluang besar untuk membawa musisi lokal ke panggung yang lebih luas.

“Pemain musik kita tidak kalah jago. Kita sering sharing pengalaman, tidak perlu sungkan,” imbuhnya.

Obi pun optimistis masa depan musik Pontianak akan semakin maju apabila silaturahmi antarmusisi tidak terputus. (sti)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pontianak #musisi