PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, secara resmi membuka Gerakan Pasar Murah (GPM) di Gedung Pancasila, Kabupaten Ketapang, Selasa (18/11).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kalbar tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Direktur Bank Kalbar, Rokidi, serta jajaran Kepala OPD Pemprov Kalbar. Program ini digelar untuk menjaga stabilitas harga, menekan angka inflasi, dan membantu masyarakat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa GPM menyediakan paket sembako dengan harga khusus. Paket tersebut berisi beras premium 5 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng, dengan harga normal Rp120.000 disubsidi menjadi Rp90.000. Namun, sebagai bentuk kepedulian, Gubernur memberikan tambahan subsidi sehingga paket dapat dijual hanya Rp50.000.
“Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menekan angka inflasi, menyambut Natal dan Tahun Baru, serta membantu masyarakat,” ujar Gubernur.
Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Tinjau Perbaikan Jalan Pesaguan-Kendawangan di Ketapang
Menyikapi permintaan spontan warga yang berharap harga dapat diturunkan menjadi Rp50.000, Gubernur Ria Norsan menyambutnya dengan humor dan kebersamaan. Ia kemudian menyetujui harga terbaik tersebut demi meringankan beban masyarakat yang hadir.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengelola keuangan dengan baik.
“Kalau punya uang, jangan simpan di bawah bantal, apalagi di dalam kutang. Maksud saya, simpanlah di Bank Kalbar. Aman, memberikan keuntungan, dan hasilnya dapat digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat,” selorohnya yang disambut tawa hadirin.
Masyarakat menyambut baik adanya pasar murah ini. Salah seorang warga, Ibu Hajah Salimah, mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya program tersebut.
"Aku senang sekali dapat membantu. Jadi harga yang segitu menjadi harga Rp50.000. Cukup terbantu," ujar Ibu Hajah Salimah.
Pasar murah ini menyediakan 1.000 paket sembako yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat rutin dilaksanakan.
"Ya, mudah-mudahan sebulan sekali lancar," harap Ibu Hajah Salimah. (mse/r)
Editor : Miftahul Khair