PONTIANAK POST – Sebanyak 13 pekerja asal Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sebelumnya telantar di Kalimantan Barat setelah tidak mendapatkan upah, akhirnya bisa pulang ke kampung halaman dengan kondisi selamat dan sehat. Proses pemulangan mereka difasilitasi oleh pemerintah daerah dan anggota DPR RI.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Muksin, mengungkapkan bahwa 10 pekerja berasal dari Garut, sementara tiga lainnya berasal dari Tasikmalaya. “Sudah (pulang) ada 13 orang, kondisinya baik saat tiba di Garut,” kata Muksin di Garut, Kamis (20/11).
Muksin menjelaskan bahwa pemulangan para pekerja ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan anggota DPR RI. Proses pemulangan dimulai dengan bantuan dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kabupaten Garut/Tasikmalaya, Imas Aan Ubudiyah.
“Pemerintah daerah bersama Ibu Imas Aan Ubudiyah menindaklanjuti laporan ini dan memfasilitasi pemulangan mereka sampai akhirnya tiba di Garut, Rabu (19/11) malam,” tambah Muksin.
Imas Aan Ubudiyah mengatakan bahwa kejadian ini menjadi perhatian khusus bagi dirinya, dan ia berharap hal serupa tidak terjadi lagi pada warga daerah pemilihannya. "Saya sangat memperhatikan nasib warga saya yang telantar di Kalbar. Kami berusaha keras agar mereka bisa kembali ke rumah dengan selamat," ujar Imas.
Imas menambahkan bahwa selain memfasilitasi proses pemulangan, pihaknya juga memastikan agar para pekerja mendapatkan bantuan kesehatan dan pekerjaan yang layak. "Tadi malam saya pertemukan mereka dengan Wakil Bupati Garut agar segera mendapat kartu BPJS Kesehatan, mengingat ada beberapa di antara mereka yang membutuhkan perawatan, seperti yang memiliki kaki bengkak," jelasnya.
Tidak hanya itu, Imas juga membantu menyiapkan pekerjaan yang sesuai untuk mereka, agar bisa segera bekerja kembali setelah pulang ke kampung halaman.
Janji Pekerjaan di Kalbar Tidak Terpenuhi
Sebelumnya, para pekerja ini dijanjikan untuk bekerja di perkebunan sawit di Kalbar. Namun, setibanya di lokasi, mereka justru ditelantarkan tanpa kejelasan mengenai pekerjaan yang dijanjikan. Kondisi ini menyebabkan mereka terpaksa hidup telantar tanpa mendapat upah sesuai yang dijanjikan.
Kini, setelah dibantu oleh pemerintah dan anggota DPR RI, mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dan berharap dapat melanjutkan hidup dengan pekerjaan yang lebih pasti dan layak.(ant)
Editor : Hanif