PONTIANAK POST - Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menekankan pentingnya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai fokus utama pemerintah provinsi.
Usai melantik Dewan Pendidikan Kalbar Periode 2025–2030, Norsan berharap lembaga tersebut dapat menjadi katalisator untuk memperkuat mutu pendidikan dan mempercepat pemerataan pendidikan di daerah.
Norsan mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, IPM Kalbar pada 2025 mengalami kenaikan 0,08 poin menjadi 72,09. Namun, meski ada peningkatan, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Kalimantan dan jauh di bawah rata-rata IPM nasional yang mencapai 75,90.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah tingginya jumlah penduduk yang belum menamatkan pendidikan setara SMA, yang mencapai sekitar 25 persen. Untuk itu, Norsan menyarankan agar lebih banyak warga yang melanjutkan pendidikan melalui program Paket C, terutama untuk pekerja yang kesulitan mengakses pendidikan formal.
Di sisi lain, program kerjasama antara SMKN 1 Ketapang dengan sektor swasta telah berhasil memberikan pendidikan bagi pekerja yang belum menamatkan SMA. Norsan berharap program serupa dapat diperluas ke daerah lain dan melibatkan lebih banyak perusahaan sebagai mitra pendidikan.
Pelantikan Dewan Pendidikan juga dirangkaikan dengan penyerahan hibah kepada lembaga pendidikan dan pemberian beasiswa non-akademik bagi siswa berprestasi. Ria Norsan berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat ini bisa membentuk generasi muda Kalbar yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing secara global.
Ketua Dewan Pendidikan Kalimantan Barat, Martono, mengungkapkan kesiapan Dewan untuk mendukung kebijakan pendidikan yang telah dijalankan pemerintah, termasuk memberikan pertimbangan serta memastikan bahwa program pendidikan yang ada tepat sasaran.
Martono juga menegaskan bahwa sektor pendidikan harus bersinergi dengan sektor kesehatan dan ekonomi untuk meningkatkan IPM secara menyeluruh.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat menempati urutan ketiga dalam percepatan peningkatan IPM secara nasional.
Peningkatan sektor pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam kenaikan ini, dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mengalami peningkatan signifikan.
Faisal menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras kolaboratif antara Pemprov Kalbar, Forkopimda, dunia pendidikan, dan organisasi profesi.
Ke depan, Pemprov Kalbar berencana untuk terus memperluas akses pendidikan, khususnya di daerah pedalaman dan perbatasan, guna memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Kalimantan Barat.(mse/bar)
Editor : Hanif