PONTIANAK POST - Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak, Emiliana TB meminta pengelolaan ruang terbuka hijau yang ada kini dapat dikolaborasikan dengan pegiat UMKM. Menurutnya, keberadaan ruang terbuka hijau bisa menjadi penopang perekonomian UMKM masyarakat Pontianak.
“Saya lihat hampir di setiap ruang terbuka hijau, banyak pelaku UMKM yang berjualan. Jika ini dikolaborasikan, ke depan keberadaan ruang terbuka hijau mampu menjadi penopang ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujar Emiliana kepada Pontianak Post, Kamis (20/11).
Upaya Wali Kota Pontianak dengan membangun banyak ruang terbuka hijau, secara perlahan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain sarana tersebut sebagai tempat bersantai, juga bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk berjualan baik itu makanan minuman dan lainnya. Artinya, keberadaan ruang terbuka hijau mampu menjadi penopang perekonomian.
Namun tak ditutupi, terdapat ruang terbuka hijau yang belum mampu hidup. Seperti di Teras Parit Nanas di bawah turunan Jembatan Landak, harusnya juga bisa dibuat seperti ruang terbuka hijau lainnya. Waktu sore dan malam hari ramai dikunjungi orang. Jika itu bisa terjadi, maka secara natural, UMKM akan bertumbuh di sana.
Namun kondisinya di sana kini, justru gelap. Penerang juga kurang. Jika dibiarkan terlalu lama sayang ruang terbuka hijau yang telah dibangun bisa tak terawat. Kalau sudah begitu, disayangkan, karena Pemkot Pontianak mesti mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana pemeliharaannya.
Dalam upaya mengkolaborasikan UMKM di ruang terbuka hijau secara keseluruhan sudah berhasil. Seperti Jalan Letkol Sugiono, di Minggu pagi menjadi tempat masyarakat bersantai. Di sana, terdapat banyak pelaku UMKM berjualan.
Ketika ini bisa diwujudkan di semua kecamatan, maka akan banyak UMKM menggantungkan hidupnya dengan berjualan di ruang terbuka hijau. Untuk mengkolaborasikan kedua hal ini, memang perlu juga dilihat penataannya.
Seperti lokasi jualan UMKM, juga mesti diperhatikan. Jangan justru berjualan di sembarangan tempat di ruang UMKM, karena akan memunculkan kesan kumuh. Begitu pula ketika berjualan pelaku UMKM dapat memperhatikan kebersihan dari ruang terbuka hijau ini.
Dengan kolaborasi itu, ruang terbuka hijau bisa ramai dikunjungi masyarakat, UMKM juga bisa mencari rezeki. “Seperti di Pasar Tengah, waktu malam kini juga dibuka aneka kuliner. Ini juga bagus, masyarakat bisa menikmati kulineran di pasar rakyat tengah, pusat perekonomian pertama di Pontianak,” katanya.(iza)
Editor : Hanif