PONTIANAK POST – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat yang juga Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman, menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2, H.M. Soeharto, adalah momentum penting bagi Golkar untuk kembali mengambil spirit pembangunan yang pernah ditorehkan di era Orde Baru. Hal itu ia sampaikan seusai acara syukuran Gelar Pahlawan Nasional untuk Bapak Pembangunan H.M. Soeharto, yang digelar DPD Partai Golkar Kalbar, Sabtu (23/11) malam di Gedung Zamrud. Acara ini sendiri selain dihadiri kader partai golkar se-Kalbar, anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota juga pimpinan 14 DPD Kabupaten dan Kota, termasuk Sekretaris DPD Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur, Bendahara, Ichfany dan Heri Mustamin Ketua Fraksi Golkar Kalbar termasuk Ketua Wanhat Golkar, Irjenpol (Purn) Didi Haryono.
Maman menyampaikan apresiasi besar kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. "Pertama, kami DPD Golkar Kalimantan Barat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan gelar pahlawan kepada Bapak Soeharto,” ujar Maman.
Menurutnya, Partai Golkar tidak ingin masuk dalam debat setuju atau tidak setuju. Fokus partai adalah melihat pemenuhan syarat administratif sebagaimana diatur dalam aturan pemberian gelar pahlawan. "Golkar sejak awal mengusulkan Soeharto berdasarkan penilaian bahwa seluruh prasyarat administratif terpenuhi. Dan Alhamdulillah terpenuhi dan kini sudah diberikan oleh Presiden,” katanya.
Maman menegaskan bahwa acara syukuran ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi sekaligus momentum bagi Golkar Kalbar untuk kembali menghidupkan nilai-nilai pembangunan era Soeharto.
"Kita ingin mengambil semangat program-program positif yang pernah dilakukan Pak Harto. Hal-hal baik itu akan kita dorong dan kita sosialisasikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sebagai Ketua DPD, Maman memberi arahan agar seluruh kader Golkar dari kabupaten/kota di Kalbar tidak hanya berhenti pada kegiatan syukuran, tetapi aktif menyampaikan kembali program pembangunan yang pernah dijalankan Soeharto. “Kader Golkar di Kalbar harus mendorong kembali program-program positif era Pak Harto. Itu bisa diterapkan dalam pembangunan daerah, agar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar seluruh kader Golkar di Kalbar mengadopsi program pembangunan era Soeharto, mulai dari infrastruktur dasar hingga layanan publik. "Jangan hanya selesai pada syukuran. Saya instruksikan kepada kader Golkar Kalbar, ambil hal-hal positif dari Pak Harto dan dorong agar program-program itu diteruskan di daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Maman juga mengumumkan rencana pembuatan patung simbolisasi H.M. Soeharto di depan Sekretariat DPD Golkar Kalbar. “Inisiatif ini datang dari kami, dari kader-kader Golkar Kalbar,” jelasnya.
Sebelum dibangun, Golkar Kalbar akan mengadakan sayembara desain patung yang melibatkan masyarakat. "Kita akan buat sayembara. Siapa pun nanti yang menghasilkan desain terbaik dari masyarakat, akan kita pilih. Patung ini akan menjadi simbol bagi Golkar Kalbar ke depan,” ujarnya.
Sebelumnya, Dalam orasi politiknya, Maman menegaskan bahwa Soeharto adalah sosok pemimpin yang membawa Indonesia mencapai berbagai capaian besar, seperti swasembada pangan, industrialisasi, dan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Ia mengakui bahwa Soeharto adalah tokoh dengan pro dan kontra, namun itu tidak mengurangi fakta bahwa beliau telah memberi kontribusi besar bagi pembangunan Indonesia. "Saya ini lahir dari era reformasi. Tapi pemberian gelar pahlawan adalah upaya besar untuk mengapresiasi tokoh bangsa yang telah memberi banyak untuk negeri ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak program yang hari ini dinikmati masyarakat, termasuk di Kalbar, dimulai pada masa Soeharto dari listrik desa, puskesmas, posyandu, hingga pembangunan jalan dan industri dalam negeri. “Masa Pak Harto sudah menggagas mobil nasional seperti Bimantara dan Timor. Negara lain seperti Korea juga memulai dari hal kecil dari kipas angin merek goldstar yang ditiru dari jepang, sebelum menjadi raksasa industri yakni LG seperti sekarang,” kata Maman.
Sementara itu, Koordinator acara, H.N. Hendray Saputra, menyampaikan bahwa syukuran ini merupakan tindak lanjut instruksi DPP Golkar untuk seluruh daerah sebagai bentuk penghormatan atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada H.M. Soeharto. Acara yang berlangsung hangat ini juga tersebut menjadi momentum konsolidasi internal dan penguatan narasi sejarah pembangunan yang pernah dijalankan Golkar pada masa Orde Baru.(den)
Editor : Hanif