Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Polnep Bangun Pemberdayaan Pesisir Lewat Bioflok dan Model Teaching Factory

Novantar Ramses Negara • Rabu, 26 November 2025 | 15:49 WIB
Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melalui Teaching Factory Budidaya Perikanan menyelenggarakan diseminasi penelitian di Kabupaten Mempawah.
Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melalui Teaching Factory Budidaya Perikanan menyelenggarakan diseminasi penelitian di Kabupaten Mempawah.

PONTIANAK POST - Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melalui Teaching Factory (TeFa) Budidaya Perikanan sukses menyelenggarakan diseminasi penelitian bertajuk Peningkatan Produksi Udang Vanamei Secara Berkelanjutan pada Rintisan TeFa Budidaya Perikanan Polnep melalui Aplikasi Bioflok. Kegiatan ini merupakan bagian dari riset terapan yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari, dan berlangsung di lokasi TeFa Akuakultur Politeknik Negeri Pontianak di Kabupaten Mempawah.

Diseminasi tersebut dihadiri oleh ketua RW, para ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga sekitar lokasi TeFa, pelajar SMA/SMK, serta mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan Polnep. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai komitmen Polnep dalam membangun kemitraan pentahelix sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi pesisir berbasis inovasi lokal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari riset LPDP yang telah membuktikan keberhasilannya melalui panen riil. Tim riset berhasil melakukan panen parsial pada 21 November 2025, menghasilkan 595,9 kg (size 84) dan 459,65 kg (size 63,2) udang vanamei berkualitas ekspor. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu replikasi skala UMKM di wilayah pesisir Kalimantan Barat.

Tujuan utama diseminasi adalah menyebarluaskan hasil penelitian LPDP terkait sistem bioflok sebagai solusi budidaya udang berkelanjutan kepada masyarakat sekitar TeFa, pelajar SMA/SMK, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan lokal.

Melalui kegiatan ini, Polnep ingin memperkenalkan teknologi bioflok sebagai metode budidaya yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi; mendorong adopsi inovasi di tingkat komunitas pesisir; memperkuat kolaborasi pentahelix; serta menumbuhkan minat generasi muda terhadap kewirausahaan berbasis akuakultur modern. Dengan demikian, model Teaching Factory Akuakultur Polnep dapat direplikasi secara luas sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan ekonomi pesisir di Kalimantan Barat.

Dalam paparannya, tim peneliti menjelaskan bahwa sistem bioflok tidak hanya meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial hingga 30%, tetapi juga meminimalkan pergantian air hingga 95%, sehingga lebih ramah lingkungan dan selaras dengan prinsip ekonomi biru.

“Teknologi ini bukan hanya untuk kampus, tetapi juga untuk masyarakat pesisir. Dengan biaya lebih rendah dan hasil stabil, bioflok dapat menjadi alternatif usaha yang layak dan berkelanjutan bagi generasi baru,” ujar tim peneliti.

Kegiatan diseminasi ini sekaligus menjadi momentum untuk mensosialisasikan model Teaching Factory sebagai pusat pembelajaran aktif, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, mengelola produksi, hingga memahami aspek pemasaran dan keuangan. (mse/ser)

Editor : Miftahul Khair
#penelitian #polnep #budidaya perikanan #Politeknik Negeri Pontianak