PONTIANAK - Antusiasme warga Pontianak meningkat sejak hadirnya layanan CCTV live 24 jam yang disiarkan melalui kanal YouTube Dishub Kota Pontianak.
Kehadiran tayangan ini dinilai membantu masyarakat memantau arus kendaraan, cuaca, hingga kondisi titik rawan kemacetan secara real-time.
Namun di balik lonjakan perhatian publik tersebut, muncul pula sejumlah kritik mengenai pemerataan akses, keamanan sistem, dan konsistensi Pemerintah Kota Pontianak dalam mewujudkan konsep Smart City.
Keluhan pertama datang dari warga Pontianak Utara. Mereka menilai layanan CCTV belum sampai ke tempat mereka, sehingga merasa dianaktirikan.
Menurut warga Pontianak Utara, keberadaan CCTV live seharusnya menjadi fasilitas bersama seluruh masyarakat kota. Namun, hingga kini tidak ada satupun titik CCTV di wilayah mereka yang ditayangkan.
Warga Siantan Tengah, Ruli mengatakan, ia sebenarnya mendukung penuh program tersebut karena membantu warga melihat kondisi lalu lintas sebelum bepergian. Padahal Siantan adalah wilayah dengan tingkat kemacetan dan ketidaktertiban lalu lintas tinggi.
“CCTV live ini bagus untuk transparansi. Kita bisa tahu kondisi jalan sebelum keluar. Tapi aneh saja, Pontianak Utara sama sekali tidak ada tayangan. Seolah-olah wilayah kami tidak diprioritaskan,” ujarnya kepada Pontianak Post, Kamis (4/12).
Hal serupa disampaikan Faisal, warga Siantan Hulu. Ia menilai ketiadaan CCTV di wilayahnya membuat manfaat program ini tidak bisa dirasakan secara adil.
“Kalau mau bilang smart city, ya harus merata. Utara ini kan pintu masuk juga, banyak kendaraan besar. CCTV justru penting di sini. Sekarang kami cuma bisa lihat wilayah lain, wilayah sendiri tidak ada,” katanya.
Sementara itu, di Pontianak Timur, warga menyoroti sempat hilangnya tayangan CCTV di Simpang Tanjung Raya selama beberapa pekan. Perempatan yang akrab disebut "simpang lejen" tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik yang CCTV-nya aktif, dan banyak diakses warga untuk memantau arus kendaraan.
Warga Parit Mayor, Devi menyayangkan tayangan CCTV di Simpang Tanjung Raya yang tiba-tiba tidak ada.
“Kami sering lihat CCTV Tanjung Raya untuk tahu kondisi antrean kendaraan. Terutama ke arah Jembatan Kapuas I yang sering padat. Tapi sekarang tayangannya tidak ada lagi. Padahal itu titik penting,” ujarnya.
Jepri, warga lainnya mengatakan, layanan CCTV live tetap membantu, meski beberapa titik tidak berfungsi. “Program ini sebenarnya sudah baik, tinggal dipelihara saja. Tapi kalau titik penting seperti Tanjung Raya hilang, ya sayang,” ucapnya.
Menanggapi kritik tersebut, Pemerintah Kota Pontianak menjelaskan bahwa ketiadaan tayangan bukan berarti tidak ada CCTV yang terpasang.
"Di Pontianak Utara, kamera sebenarnya berada di persimpangan Jalan 28 OktoberGusti Situt Mahmud, namun tayangan tidak muncul akibat putusnya jaringan fiber optic," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim.
Sementara itu, hilangnya siaran di Simpang Tanjung Raya dipicu robohnya tiang baliho saat hujan angin, yang menyebabkan kabel power CCTV terputus.
Yuli menyampaikan bahwa perbaikan sedang dijadwalkan dan beberapa titik tambahan akan dipasang di lokasi rawan kecelakaan. (bar/iza)
Peta Sebaran CCTV di Pontianak
- Jl. Pak Kasih arah Bundaran Pancasila
- Jl. Pak Kasih
- Jl. Komyos Sudarso
- Simpang 28 Oktober
- Simpang Tanjung Raya
- Simpang Garuda
- Simpang Pajak
- Jl. Komyos depan Pelabuhan
- Jl. Pak Kasih
- Jl. Komyos depan Pelabuhan
- Jl. Komyos Sudarso
- GRT 1 Sui. Jawi
- Simpang Parit Besar
- Parit Besar
- Tugu Digulis Ayani
- Simpang Tanjung Hulu
- Kota Baru depan SPBU Bundaran
- Simpang Garuda
- Jl. Imam Bonjol depan SPBU
- Simpang Patimura
- Tugu Digulis