PONTIANAK POST - Sosok Windy Prihastari kembali mengangkat nama Kalimantan Barat (Kalbar) di pentas nasional. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalbar itu menerima Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia 2025 dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara bertema “Perempuan Tangguh Peradaban” di Auditorium Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, belum lama ini. Acara itu juga dirangkaikan dengan launching buku tokoh-tokoh perempuan inspiratif Indonesia, sebuah dokumentasi khusus yang menampilkan perjalanan hidup penerima penghargaan termasuk kiprah panjang Windy Prihastari dalam pengabdian sosial.
Perjalanan Windy tak datang dari ruang instan. Latar hidup yang sederhana, dan nilai kerja keras dari keluarga membuatnya tumbuh sebagai perempuan yang memahami arti perjuangan sejak dini. Kiprah panjangnya sebagai istri Aparatur Sipil Negara (ASN) membawanya dekat dengan denyut masyarakat. Namun yang membedakan Windy adalah pilihannya untuk ikut bergerak, bukan hanya mendampingi.
Dari kegiatan PKK tingkat dasar, Posyandu, hingga pemberdayaan perempuan di lingkungan pemerintahan, Windy membangun kontribusinya setahap demi setahap. Jejak inilah yang kelak menjadi fondasi kepemimpinannya di berbagai organisasi penting tingkat provinsi.
Selain memimpin DWP Kalbar, Windy dikenal sebagai figur perempuan yang aktif memikul tanggung jawab besar di berbagai organisasi sosial, kemanusiaan, kesehatan, olahraga, hingga pemberdayaan perempuan. Sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy juga mampu menorehkan jejak pengabdian yang kuat, visioner, dan inovatif. Jabatan yang ia emban sejak Agustus 2020 itu menjadi pintu bagi sederet terobosan besar yang kini menempatkannya sebagai salah satu figur perempuan paling berpengaruh di Kalbar.
Windy pun menerima penghargaan itu dengan kerendahan hati. “Alhamdulillah. Tidak pernah terpikir mendapatkan penghargaan nasional yang luar biasa ini. Penghargaan ini menambah semangat untuk meningkatkan kompetensi, dan mengajak perempuan berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” kata Windy.
Berikut rangkaian peran yang ia emban dan menjadi bagian dari kontribusi besarnya bagi Kalbar. Diantaranya sebagai Ketua DWP Kalbar, Windy mampu membina pendamping ASN, mendorong literasi digital, pelatihan UMKM, dan penguatan peran keluarga. Lalu sebagai Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalbar, Windy mampu menggerakkan program ketahanan keluarga, kesehatan ibu-anak, dan pemberdayaan perempuan desa.
Kemudian sebagai Bunda PAUD Kalbar dan Pj Ketua Bunda PAUD Kalbar, Windy mampu mendorong kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), inklusi PAUD, serta penguatan guru PAUD.
Kiprah Windy juga berlanjut saat mengemban amanah sebagai Generasi Berencana (Bunda Genre) Kalbar, ia menjadi motor edukasi remaja tentang kesehatan reproduksi, literasi masa depan, dan pencegahan pernikahan dini. Selanjutnya sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kalbar, Windy aktif dalam kampanye gizi, pemberdayaan keluarga, hingga intervensi edukasi pemenuhan nutrisi.
Selain itu Windy juga mengemban amanah sebagai Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Kalbar (BKKKS) ia mampu membangun layanan sosial untuk kelompok rentan. Lalu sebagai Bendahara Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar Windy mampu mendukung operasi kemanusiaan, donor darah, dan respon bencana.
Selanjutnya sebagai Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia (POPTI) Kalbar, Windy mampu mengadvokasi kesehatan, dan ketersediaan layanan bagi anak-anak pengidap talasemia.
Kemudian sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalbar, Windy mampu menguatkan edukasi deteksi dini kanker, terutama bagi perempuan. Selain itu, Windy juga mengemban amanah sebagai Anggota BKOW Kalbar yang berperan dalam konsolidasi lintas organisasi wanita se-Kalbar.
Lalu sebagai Pj Ketua Dekranasda Kalbar dan Wakil Ketua Harian Dekranasda, Windy mampu menghidupkan sentra kerajinan, mendampingi perajin, dan mempromosikan produk lokal. Kemudian sebagai Ketua Persatuan Olahraga Wanita Indonesia (PERWOSI) Kalbar, Windy mampu mengampanyekan gaya hidup sehat, dan olahraga keluarga.
Lalu sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni SMA 1 Pontianak (IKA SMANSA) Windy merajut kebersamaan lintas generasi dan membangun kontribusi alumni bagi pendidikan. Sebagai Kepala Disporapar Kalbar, ketika pandemi COVID-19 menghantam sektor pariwisata, dan olahraga, Windy memilih tidak berhenti di tengah krisis. Ia justru menggerakkan dinasnya untuk melakukan lompatan-lompatan kreatif.
Salah satu yang paling dikenal adalah kampanye “Wisata di Kalbar Jak”, gerakan yang menghidupkan kembali destinasi-destinasi lokal dengan pendekatan protokol kesehatan, digital marketing, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan 584 destinasi wisata yang sempat mati suri, Windy membangkitkan optimisme masyarakat melalui kampanye virtual, konten kreatif, dan program edukasi pariwisata aman.
Ia menggandeng Dinas Kesehatan untuk memastikan standar kesehatan di destinasi wisata, mengajak generasi muda GenPI untuk terlibat aktif, hingga mendorong pelaku perhotelan menciptakan paket wisata dan MICE era new normal.
Terobosannya semakin nyata dengan launching paket wisata murah, hasil kolaborasi dengan Damri, ASITA, PHRI, HPI, Diskominfo, Dinkes, Dishub, hingga komunitas milenial. Wisata keliling kota menggunakan bus Damri dengan pemandu wisata menjadi salah satu inovasi yang diapresiasi publik.
Di bidang kepemudaan, Windy juga melahirkan berbagai program motivasi dan penguatan karakter. Salah satunya kegiatan “Talk Show 1.000 Pemuda Inspiratif” yang diikuti 1.250 peserta dari seluruh Kalbar secara virtual.
Ia memanfaatkan momentum ini untuk mendorong hotel-hotel menyiapkan fasilitas MICE berbasis teknologi. Prestasinya tak berhenti. Di bawah kepemimpinannya, Kalbar mulai menanjak di kancah nasional. Tahun 2022, Kalbar menjadi tuan rumah forum internasional BIMP-EAGA, meluncurkan Calendar of Event, serta meraih prestasi olahraga hingga tingkat nasional.
Kemudian di tahun 2023, menjadi momentum kebangkitan besar, dari tak memiliki desa wisata, Kalbar kini memiliki lebih dari 180 yang terdaftar nasional. Capaian ini menjadi bukti bagaimana Windy menggerakkan sektor pariwisata dari hulu hingga ke pedalaman.
Dedikasi Windy sebagai Kepala Disporapar Kalbar menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemimpin, tetapi katalis perubahan yang menyalakan semangat Kalbar di tengah situasi paling sulit. Dari organisasi ke organisasi, kontribusinya terlihat jelas Windy bukan hanya hadir, tetapi menggerakkan.
Ketua Umum IPEMI, Ingrid Kansil, menyebut penghargaan tersebut diberikan kepada perempuan yang bukan hanya bertugas tetapi menginspirasi lewat aksi nyata. “Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi. Kami berharap penerima terus menginspirasi dan berkontribusi bagi perempuan lainnya,” ujarnya.
Bersamaan dengan pemberian penghargaan, diluncurkan pula buku tokoh wanita inspiratif Indonesia 2025 yang memuat perjalanan para penerima anugerah. Nama Windy Prihastari tercantum sebagai salah satu figur yang kisahnya dianggap layak menjadi rujukan bagi perempuan Indonesia.
Kisahnya tak hanya tentang jabatan tetapi tentang keberanian mengambil tanggung jawab, kesetiaan pada pengabdian, dan keteguhan menjaga martabat perempuan Kalbar. Di tengah banyaknya sosok publik yang hanya muncul di permukaan, Windy Prihastari menunjukkan bahwa inspirasi sebenarnya tumbuh dari kerja konsisten dan pengabdian jangka panjang.
Lewat organisasi, aksi sosial, pendidikan, UMKM, kesehatan, hingga pembinaan keluarga, ia telah membuktikan bahwa seorang perempuan bisa hadir sebagai penggerak perubahan. Dan kini, Indonesia telah mengakuinya.(bar)
Editor : Hanif