Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Legislator Demokrat Minta Pemerintah Stop Izin Baru: “Kalbar Sudah Kritis, Bencana Jangan Ditambah”

Deny Hamdani • Senin, 8 Desember 2025 | 16:16 WIB
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, M. Isya.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, M. Isya.

PONTIANAK POST — Pasang rob yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, M. Isya. Legislator dari Fraksi Demokrat itu menegaskan bahwa kondisi ini menjadi peringatan agar pemerintah tidak lagi membuka izin baru yang berpotensi memperburuk kerusakan lingkungan.

Menurutnya, penebangan hutan secara masif yang terjadi selama bertahun-tahun telah memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, baik di Kalimantan maupun daerah lain di Indonesia. “Kita mengimbau kepada pemerintah supaya jangan lagi membuka peluang HPL atau izin baru, karena tutupan hutan Kalbar sudah kritis. Sudah cukup,” tegas Isya, Senin(8/12).

Isya menyoroti kejadian bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh sebagai contoh nyata betapa kerusakan lingkungan dapat berujung pada bencana besar.

“Pembabatan hutan yang membabi buta itu akhirnya berdampak pada masyarakat. Kita sudah lihat sendiri saudara-saudara kita di Sumatera sana mengalami musibah luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai bencana tersebut harus menjadi pelajaran bersama, terutama bagi pemerintah daerah agar lebih ketat dalam mengeluarkan izin pemanfaatan ruang dan hutan.

Kalbar Mulai Mengalami Dampak

Isya menambahkan, Kalimantan Barat juga mulai merasakan dampak lingkungan berupa pasang rob yang semakin tinggi dan sering terjadi dalam beberapa hari terakhir. “Ini bukan sekadar fenomena alam biasa. Kita sudah terkena dampaknya. Air pasang semakin hari semakin meninggi,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di daerah rendah dan dekat bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.

Isya menyampaikan, risiko banjir akan semakin besar jika pasang air laut terjadi bersamaan dengan hujan lebat.

“Kalau air pasang terjadi malam hari dan berbarengan dengan hujan deras, kondisi bisa lebih parah. Jadi masyarakat harus siap dan berhati-hati,” ujarnya.

Dia pun berharap Kalimantan Barat tidak harus mengalami bencana besar sebelum pemerintah dan masyarakat benar-benar sadar pentingnya menjaga hutan dan ekosistem. “Kami semua berharap Kalbar tidak mengalami bencana seperti di Sumatera. Mudah-mudahan daerah kita dijauhkan dari musibah besar,” tutupnya. (den)

Editor : Hanif
#Legislator Demokrat #kondisi lingkungan #kalbar #pemerintah #izin #kritis