Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jumlah Wisatawan Meningkat, Namun Okupansi Hotel Kalbar Tetap Stagnan

Siti Sulbiyah • Selasa, 9 Desember 2025 | 11:10 WIB

 

 

Ilustrasi hotel.
Ilustrasi hotel.

PONTIANAK POST - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, mengalami lonjakan signifikan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak terhadap tingkat hunian hotel yang masih cenderung stagnan.

General Manager Hotel 95 Pontianak, Gatot Prasetyo Aribowo, mengakui bahwa tingkat okupansi hotel saat ini tergolong cukup baik secara harian. “Okupansi secara harian sudah di atas 75 hingga 80 persen,” ujarnya, kemarin.

Menurut Gatot, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat hunian, salah satunya dengan menyasar tamu walk in atau tamu yang datang langsung tanpa melakukan pemesanan terlebih dahulu. Menjelang akhir tahun, ia juga optimistis tingkat hunian akan tetap terjaga, terlebih dengan rencana pemberian promo khusus.

“Kami saat ini tengah menyiapkan promo menyambut Natal dan Tahun Baru dengan potongan harga hingga 25 persen untuk penginapan,” katanya.

Meski demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang pada Oktober 2025 hanya sebesar 52,03 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,28 persen poin dibandingkan Oktober 2024 yang tercatat 53,31 persen secara tahunan (year-on-year).

Adapun TPK hotel nonbintang pada Oktober 2025 tercatat sebesar 28,90 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen poin dibandingkan TPK September 2025 (y-on-y).

Angka okupansi hotel tak sejalan dengan kenaikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kalbar. Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat pada Oktober 2025 mencapai 8.990 kunjungan. Angka tersebut meningkat sebesar 37,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Berdasarkan jenis pintu masuk, kunjungan wisman pada Oktober 2025 menggunakan moda angkutan darat melalui perbatasan Entikong, Aruk, Nanga Badau, dan Jagoi Babang, serta angkutan udara melalui Bandara Supadio. Kunjungan terbanyak melalui pintu masuk Entikong, yakni sebesar 34,87 persen dari total kunjungan,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Tak hanya wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kalimantan Barat juga menunjukkan tren positif. Pada Oktober 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 1,09 juta perjalanan, meningkat 66,73 persen dibandingkan Oktober 2024. Secara kumulatif Januari hingga Oktober 2025, total perjalanan wisnus hampir mencapai 11 juta perjalanan atau naik 64,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi daerah tujuan, Kota Pontianak masih menjadi destinasi utama wisatawan nusantara dengan total 2,80 juta perjalanan sepanjang Januari–Oktober 2025. Angka ini melonjak 94,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1,44 juta perjalanan. Sementara itu, tujuan perjalanan dengan jumlah terendah adalah Kabupaten Kapuas Hulu dengan 199.153 perjalanan. (sti)

Editor : Hanif
#melonjak #stagnan #okupansi hotel #kalimantan barat #wisatawan