Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

MD KAHMI Pontianak Usulkan Lima Langkah Mitigasi Banjir Rob untuk Cegah Bencana

Novantar Ramses Negara • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:07 WIB
Ketua Umum MD KAHMI Kota Pontianak, Isnadi.
Ketua Umum MD KAHMI Kota Pontianak, Isnadi.

PONTIANAK POST – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Pontianak merekomendasikan serangkaian langkah strategis mitigasi banjir menyusul meningkatnya potensi genangan di sejumlah wilayah kota.

Ketua Umum MD KAHMI Kota Pontianak, Isnadi, menyampaikan lima rekomendasi yang dinilai mendesak untuk dilakukan. Rekomendasi tersebut mencakup penguatan sistem peringatan dini, penyiapan jalur evakuasi di wilayah rawan genangan, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat guna memastikan respons cepat menghadapi potensi bencana.

Isnadi menegaskan bahwa potensi banjir rob tidak lagi dapat dianggap sebagai fenomena musiman. Perubahan iklim, penurunan muka tanah, serta intensitas pasang air laut yang semakin ekstrem membuat risiko bencana kian meningkat.
“Pontianak berada di garis depan krisis iklim. Kita menghadapi kenaikan permukaan air laut dan siklus pasang yang semakin tidak terduga. Masyarakat harus disiapkan, pemerintah harus responsif, dan mitigasi harus menjadi prioritas bersama,” ujar Isnadi di Pontianak, siang kemarin.

Ia menjelaskan bahwa banjir rob kini berpotensi berdampak pada wilayah yang lebih luas, termasuk permukiman padat penduduk di bantaran Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Karena itu, diperlukan sistem peringatan dini yang terintegrasi, koordinasi lintas lembaga, serta edukasi publik untuk memperkuat kesiapsiagaan warga.

Lebih lanjut, Isnadi menyampaikan keprihatinan mendalam terkait meningkatnya ancaman banjir rob ekstrem yang dapat melanda kawasan pesisir dan bantaran sungai di Kota Pontianak dalam beberapa pekan ke depan.

Dari informasi yang dihimpun, Kota Pontianak mengalami peningkatan tinggi muka air di beberapa titik dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan lapangan, genangan mulai muncul di sejumlah kawasan pesisir sungai, terutama pada jam-jam pasang puncak. Wilayah seperti Benua Melayu Laut, Saigon, Banjar Serasan, dan sebagian Pontianak Timur tercatat sebagai zona paling berpotensi terdampak.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi pasang maksimum yang dipicu fase bulan purnama dan anomali suhu permukaan laut. Sementara itu, BPBD Kalimantan Barat mencatat kawasan hilir Sungai Kapuas dalam status Siaga, seiring tren kenaikan permukaan air yang berlangsung sejak awal bulan.

Secara ilmiah, siklus pasang-surut di Pontianak sangat dipengaruhi intensitas pasang besar dari Samudra Pasifik dan Laut Natuna, sehingga rob ekstrem dapat terjadi tanpa didahului curah hujan tinggi.

Isnadi menambahkan bahwa banjir rob berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, kerusakan fasilitas umum, gangguan sanitasi, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis air. Rumah-rumah di tepian sungai yang umumnya dibangun rendah dan berbahan kayu menjadi kelompok paling rentan. Selain itu, aktivitas ekonomi warga pesisir. Mulai dari perdagangan, perikanan, hingga jasa transportasi air yang diperkirakan ikut terdampak.

“Risiko kesehatan juga tidak kecil. Air rob yang bercampur limbah domestik dapat menimbulkan penyakit kulit, diare, hingga leptospirosis. Ini harus diantisipasi,” pungkas Isnadi. (mse)

Editor : Hanif
#evakuasi #mitigasi #pontianak #peringatan dini #MD Kahmi #Banjir Rob