Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banjir Rendam 85 Desa di Kalbar, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:59 WIB

 

Warga membantu mengarahkan kendaraan roda dua dan roda empat yang terjebak banjir di sepanjang Jalan Peniti.
Warga membantu mengarahkan kendaraan roda dua dan roda empat yang terjebak banjir di sepanjang Jalan Peniti.

PONTIANAK POST - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kalbar sepanjang 7–10 Desember 2025. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar per 11 Desember 2025, total ada 85 desa/kelurahan di 25 kecamatan, dan empat kabupaten/kota terdampak yakni Sambas, Pontianak, Ketapang, dan Kubu Raya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi BPBD Kalbar, Daniel menjelaskan, banjir dipicu curah hujan tinggi yang bersamaan dengan pasang maksimum air sungai dan laut. “Kondisi hidrologis beberapa hari terakhir membuat wilayah dataran rendah cepat tergenang,” ujarnya.

Daniel merincikan, Kabupaten Sambas menjadi daerah dengan dampak terberat. Banjir yang terjadi 8–10 Desember menggenangi 31 desa di 12 kecamatan. BPBD Kalbar mencatat 368 KK, dan 368 rumah terendam, serta satu jiwa meninggal dunia.

Selain itu, empat fasilitas pendidikan, dan satu fasilitas umum ikut terdampak. Namun Daniel menegaskan seluruh wilayah yang sebelumnya terendam kini sudah dinyatakan surut.

Sementara Kota Pontianak sempat mengalami banjir pada 8 Desember. Genangan terjadi di 16 kelurahan pada lima kecamatan. Banjir terjadi akibat kombinasi hujan deras dan pasang Sungai Kapuas. Total 11.260 jiwa tercatat terdampak. “Kondisi saat ini juga sudah surut,” katanya.

Selanjutnya di Kabupaten Ketapang, banjir meluas hingga 34 desa di enam kecamatan, terutama wilayah Muara Pawan, Benua Kayong, Delta Pawan, Kendawangan, Matan Hilir Utara, dan Matan Hilir Selatan. Meski genangan cukup luas, tidak ada laporan warga mengungsi. Seluruh wilayah dilaporkan kembali surut.

Lalu banjir juga terjadi di Kabupaten Kubu Raya pada 7–9 Desember, meliputi empat desa di dua kecamatan, yakni Sungai Kakap, dan Teluk Pakedai.

Selain genangan, Daniel menyebutkan terdapat tanggul jebol, satu jembatan rusak, dan dua lokasi wisata terdampak. Namun seluruh wilayah terdampak kini sudah dilaporkan surut.

Memasuki akhir tahun 2025, dan menjelang awal tahun 2026, BPBD Kalbar memastikan status Siaga Darurat Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor masih diberlakukan di beberapa daerah. Di antaranya, Kabupaten Kubu Raya menetapkan status sejak 16 September hingga 31 Desember 2025, dan Kabupaten Bengkayang sejak Juli hingga Desember 2025.

Untuk itu BPBD Kalbar mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Meskipun genangan sudah surut, risiko susulan masih mungkin terjadi selama intensitas hujan tinggi,” kata Daniel.(bar)

Editor : Hanif
#kalbar #Siaga Darurat #BPBD KALBAR #akhir tahun #banjir