Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Komitmen Konservasi, BKSDA dan YIARI Lepasliarkan Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi di TNBBBR

Hanif PP • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:12 WIB

 

Pelepasliaran tiga individu orang utan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
Pelepasliaran tiga individu orang utan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

PONTIANAK POST – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melepasliarkan tiga individu orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) ke kawasan TNBBBR, Kamis (18/12).

Ketiga orang utan bernama Badul, Korwas, dan Asoka tersebut merupakan individu hasil rehabilitasi yang sebelumnya dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI, Kabupaten Ketapang. Pelepasliaran ini menjadi wujud nyata komitmen konservasi keanekaragaman hayati di Kalimantan Barat.

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan kesempatan bagi ketiga orang utan untuk hidup dan berkembang biak secara alami. "Kami berharap mereka dapat hidup sejahtera di alam bebas, sehingga turut menambah populasi orang utan kalimantan," ujarnya di Ketapang.

Pemilihan TNBBBR, khususnya kawasan Resort Mentatai, didasarkan pada kajian kesesuaian habitat. Kawasan ini dinilai memiliki tutupan hutan yang baik, ketersediaan pakan alami yang melimpah, serta gangguan manusia yang rendah.

Kepala Balai TNBBBR, Persada Agussetia Sitepu, menyatakan bahwa proses ini telah melalui perencanaan matang terkait daya dukung kawasan. "Pelepasliaran ini adalah bagian dari upaya penguatan fungsi taman nasional sebagai habitat alami satwa liar yang berkelanjutan," kata Persada.

Untuk mencapai lokasi, tim gabungan harus menempuh perjalanan darat, sungai, dan hutan selama tiga hari dari Pusat Rehabilitasi YIARI. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat desa penyangga sebagai porter kandang guna menumbuhkan rasa kepedulian warga terhadap kelestarian hutan.

 

Kesehatan dan Pemantauan Pascarilis

Manager Animal Management YIARI, drh. Andini Nurillah, memastikan ketiga orang utan dalam kondisi fisik yang prima. Sebelum diberangkatkan, Badul, Korwas, dan Asoka telah menjalani pemeriksaan medis menyeluruh serta verifikasi identitas melalui mikrocip.

"Ketiganya menunjukkan kondisi kesehatan stabil dan perilaku yang mendukung keberhasilan hidup di alam liar," jelas Andini.

Pascapenghunian baru, tim gabungan akan melakukan pemantauan berkala guna memastikan proses adaptasi berjalan optimal. Pemantauan meliputi pergerakan satwa, perilaku mencari pakan, hingga interaksi dengan lingkungan sekitar.

Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari proses panjang penyelamatan dan rehabilitasi. Ia menegaskan pentingnya sinergi semua pihak agar hutan tetap menjadi rumah yang aman bagi orang utan, yang memiliki peran ekologis penting sebagai penyebar biji dan penjaga keseimbangan ekosistem.(ant)

Editor : Hanif
#lepasliar #TNBBBR #Pemulihan ekosistem #konservasi satwa #orangutan #Rehabilitasi