Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenag RI Dorong Pendirian STIKIN di Kalbar, Perkuat Layanan dan Kerukunan Umat Khonghucu

Marsita Riandini • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:41 WIB

 

SUNATAN MASSAL: Suasana sunatan massal yang digelar PC PGRI Sungai Pinyuh dalam rangka HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional, Sabtu (19/11). ISTIMEWA
SUNATAN MASSAL: Suasana sunatan massal yang digelar PC PGRI Sungai Pinyuh dalam rangka HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional, Sabtu (19/11). ISTIMEWA

PONTIANAK POST - Aldi Destian Satya, Pranata Komputer Ahli Pertama Subbag Tata Usaha, Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Sekretariat Jenderal Kemenag RI berharap Kalimantan Barat memiliki Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia ( STIKIN). Ungkapan itu sampaikan saat menyerahkan bantuan Kitab Suci Agama Khonghucu kepada Kanwil Kemenag Kalbar.

Harapan pendirian STIKIN di Kalbar, ini kata dia agar menyusul STIKIN Purwokerto (swasta) dan SETIAKIN Pangkalpinang (negeri). Sebuah mimpi yang terdengar ambisius, namun justru di sanalah semangat Astaprotas Kemenag diuji, apakah negara sekadar hadir sebagai regulator, atau benar-benar menjadi fasilitator keadilan layanan keagamaan.

Kedatangannya ke tanah khatulistiwa ini juga untuk memonitoring rumah ibadah, serta pemetaan kondisi keagamaan umat Konghucu di Kalbar.
"Saya juga menyambangi lembaga pendidikan, penyuluh, guru, dan pengurus lembaga keagamaan," ungkapnya.

Aldi mengapresiasi keterbukaan tokoh agama Konghucu Kalbar yang dinilainya memberikan informasi dan layanan terbaik.

Ketua Matakin Kalbar, Sutadi juga berharap adanya Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia di Kalbar. Bahkan lahan puluhan hektare di perbatasan Pontianak–Mempawah siap disulap menjadi kawasan pusat pendidikan dan rumah ibadah Konghucu.

Dirancang bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan rumah ibadah Konghucu (Litang), tetapi juga kampung kerukunan. Dilengkapi dengan surau, gereja, panti jompo, dan lembaga pendidikan lintas iman. Sebuah satire halus bagi mereka yang masih meragukan bahwa toleransi bisa diwujudkan secara nyata, bukan sekadar jargon.

Pembimas Konghucu Kanwil Kemenag Kalbar, Umi Marzuqoh, menyampaikan bahwa meski anggaran terbatas dan kebijakan MenPAN-RB kerap menjadi “rem tangan”, pihaknya tetap bergerak.

"Program unggulan kolaborasi pencatatan sipil dan akta nikah telah memberi dampak nyata, dengan ratusan KK memperoleh pengakuan administratif," pungkasnya.  (mrd)

Editor : Hanif
#Kerukunan umat #STIKIN #kemenag ri #kalbar #Khonghucu #layanan pendidikan