PONTIANAK POST – Masyarakat Ketapang Sampang Bersatu (MAKTAB) merayakan Milad ke-4 dengan penuh khidmat dan kebersamaan melalui sebuah acara yang digelar di Aula Universitas PGRI Pontianak, Minggu (21/12) malam. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antaranggota sekaligus menegaskan kontribusi positif MAKTAB bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya Wakil Wali Kota Pontianak, perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, Sultan Pontianak, anggota DPRD Kota Pontianak, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan ormas keagamaan.
Dalam sambutannya, Pembina MAKTAB, Akhmad Fauzi Faiz, menceritakan awal mula berdirinya organisasi tersebut di Kalimantan Barat. Ia menjelaskan bahwa MAKTAB didirikan empat tahun lalu sebagai wadah kebersamaan warga perantauan asal Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.
“Empat tahun lalu, bertempat di Pesantren Darul Faizin, Jalan Petani, kami bersama para tokoh Madura perantauan yang berasal dari Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, mendirikan organisasi Masyarakat Ketapang Sampang Bersatu (MAKTAB),” ujarnya.
Ia menambahkan, pada awal berdirinya, MAKTAB hanya bertujuan sebagai sarana untuk melepas rindu terhadap kampung halaman. Namun seiring berjalannya waktu, MAKTAB berkembang menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Sementara itu, mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Dedy Shopiardi menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-4 MAKTAB. Ia menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ormas memiliki peran penting dalam menyalurkan aspirasi, kebutuhan, dan masukan masyarakat kepada pemerintah. Selain itu, ormas juga berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah hingga ke tingkat akar rumput,” ujarnya.
Menurutnya, ormas juga menjadi wadah pengembangan keterampilan, kepemimpinan, serta jejaring sosial yang bermanfaat bagi anggotanya maupun masyarakat secara luas.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak akan selalu mendukung organisasi mana pun yang berkontribusi positif terhadap kemajuan kota.
“Organisasi apa pun yang membantu program-program pembangunan demi kemajuan Kota Pontianak akan selalu kami dukung. Jika ada persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota, mari kita bangun komunikasi dan sampaikan kepada kami,” katanya.
Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk menerima kritik yang bersifat membangun. Menurutnya, Kota Pontianak merupakan kota yang majemuk dengan 24 etnis paguyuban yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih.
“Di era sekarang, jangan ada ego agama dan ego suku. Jika itu terjadi, akan menimbulkan kemudaratan yang besar. Mari berlomba-lomba membangun Kota Pontianak yang berkelanjutan tanpa membeda-bedakan suku maupun agama,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Sultan Pontianak, Syarif Melvin Alkadrie. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari sejarah dan peradaban bangsa, seperti keadilan, kearifan, persatuan, dan kemaslahatan rakyat.
“Nilai-nilai luhur tersebut harus terus hidup dan relevan sebagai penuntun moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara kearifan lokal, adat budaya, dan demokrasi konstitusional merupakan kekuatan strategis untuk mendorong pembangunan Kalimantan Barat yang adil, harmonis, dan berkelanjutan.
“Atas nama Kesultanan ke-IX Kesultanan Kadariah Pontianak sekaligus sebagai anggota DPD RI Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat Milad ke-4 kepada Masyarakat Ketapang Sampang Bersatu (MAKTAB). Semoga terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mengembangkan semangat gotong royong,” ungkapnya.
Acara Milad ke-4 MAKTAB juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh KH Zein Muchsin. Dalam ceramahnya, ia mengulas sejarah dan asal-usul masyarakat Madura serta pentingnya menjaga identitas budaya, akhlak, dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Perayaan Milad ini diharapkan menjadi titik tolak bagi MAKTAB untuk terus berkontribusi aktif dalam membangun harmoni sosial serta memperkuat peran masyarakat Madura perantauan di Kalimantan Barat. (Wan)
Editor : Hanif