PONTIANAK POST - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Windy Prihastari melakukan diskusi dengan Kepala BPSDM Jawa Timur (Jatim), Ramliyanto dalam kunjungan kerja di Kota Surabaya yang digelar belum lama ini. Pertemuan itu membahas terkait penguatan konsep Aparatur Sipil Negara Corporate University (ASN Corpu), serta persiapan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di BPSDM Kalbar.
Lebih dalam, hal-hal yang dibincangkan adalah mengenai kebijakan, strategi, serta praktik penyelenggaraan PKN Tingkat II, termasuk penguatan pembelajaran berbasis Corporate University yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Rangkaian kegiatan itu diisi dengan peninjauan sarana, dan prasarana pendukung pelatihan, serta pemaparan berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam upaya peningkatan mutu pengembangan kompetensi ASN.
BPSDM Jatim dalam kesempatan itu memaparkan komitmen bersama jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk bersinergi dalam pengembangan kompetensi ASN, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pengembangan tersebut dilaksanakan secara terintegrasi, dan berkelanjutan sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
UU tersebut menjadi landasan penguatan peran BPSDM melalui pendekatan Corporate University dalam mendukung peningkatan profesionalisme ASN serta kualitas pelayanan publik. Melalui pendampingan yang dilakukan, BPSDM Kalbar diharapkan semakin siap menyelenggarakan PKN Tingkat II secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Windy Prihastari dalam kesempatan itu mendorong penguatan Corporate University Aparatur Sipil Negara (Corpu ASN) sebagai langkah strategis dalam pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan. Menurutnya, Corpu ASN merupakan sistem pembelajaran terintegrasi di lingkungan pemerintahan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi.
Corpu ASN bukan merupakan universitas formal, melainkan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas, profesionalisme, dan kinerja ASN.
“Melalui persiapan Corpu ASN, pengembangan kompetensi dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari pelatihan dan pendidikan, coaching dan mentoring, knowledge sharing, e-learning, hingga on the job training,” paparnya.
Langkah tersebut lanjut dia, bertujuan membentuk ASN yang adaptif terhadap perubahan, berintegritas, serta berorientasi pada kinerja, sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi instansi. Dengan penerapan Corpu ASN, BPSDM Kalbar terus memperkuat budaya belajar aparatur guna mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, dan berdaya saing.(bar)
Editor : Hanif