PONTIANAK POST - Upaya memperkuat pariwisata lintas batas antara Indonesia dan Malaysia terus dilakukan. Salah satunya melalui kolaborasi Tourism Malaysia dan DPD ASITA Kalimantan Barat yang meluncurkan paket wisata khusus dalam rangka Malaysia Year End Sale (MYES) 2025, kampanye belanja tahunan terbesar di Malaysia yang berlangsung pada 15 November 2025 hingga 1 Januari 2026.
Kerja sama ini menitikberatkan pada optimalisasi akses darat Pontianak–Kuching sebagai jalur strategis wisata regional. Melalui program bertajuk “MYES 2025 Packages for West Kalimantan Market”, wisatawan Kalimantan Barat didorong untuk memanfaatkan kedekatan geografis dan budaya guna menikmati liburan singkat ke Kuching, Sarawak.
Beragam paket perjalanan ditawarkan dengan harga terjangkau menggunakan Damri Express Bus, menyasar segmen keluarga, pekerja, hingga wisatawan belanja.
Selain kemudahan transportasi dan akomodasi, program ini juga memberikan insentif ekonomi berupa cashback hingga Rp300.000 bagi wisatawan yang membeli paket melalui anggota ASITA Kalimantan Barat. Promo tersebut dibatasi untuk 1.000 peserta pertama, sebagai upaya mendorong minat perjalanan dalam waktu singkat.
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas dan hubungan sosial ekonomi masyarakat perbatasan.
“Kedekatan wilayah Kalimantan Barat dan Sarawak menjadi potensi besar. Kuching dapat menjadi pilihan liburan singkat yang praktis, terjangkau, dan bernilai, tidak hanya untuk belanja tetapi juga menikmati kuliner serta budaya serumpun,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPD ASITA Kalimantan Barat, Ifan Ronaldo Barus, yang menilai kolaborasi ini sebagai peluang untuk menggerakkan industri perjalanan di daerah.
“Paket ini memberikan alternatif liburan yang mudah dijangkau bagi masyarakat Kalbar sekaligus membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha travel lokal. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh ekonomi pariwisata daerah,” katanya.
Sebagai lembaga resmi di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia (MOTAC), Tourism Malaysia terus memperluas pasar wisata internasional, termasuk kawasan perbatasan Indonesia. Program ini juga sejalan dengan persiapan Visit Malaysia 2026 (VM2026) serta dukungan terhadap inisiatif IMT-GT (Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle) dalam mengembangkan kawasan sebagai destinasi wisata terpadu dan berkelanjutan. (mdy)
Editor : Miftahul Khair