Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Empati, Polda Kalbar Siagakan Satgas Reaksi Cepat

Idil Aqsa Akbary • Senin, 29 Desember 2025 | 11:47 WIB

 

Personel Gegana Sat Brimob Polda Kalimantan Barat menyiapkan Robot Digital Vanguard atau robot pelacak dan penjinak bahan peledak untuk ditampilkan dalam gelar pasukan Operasi Lilin Kapuas 2025 di Polda Kalimantan Barat, Jumat (19/12/2025). Sebanyak 3.586
Personel Gegana Sat Brimob Polda Kalimantan Barat menyiapkan Robot Digital Vanguard atau robot pelacak dan penjinak bahan peledak untuk ditampilkan dalam gelar pasukan Operasi Lilin Kapuas 2025 di Polda Kalimantan Barat, Jumat (19/12/2025). Sebanyak 3.586

PONTIANAK POST — Menjelang pergantian malam Tahun Baru 2026, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Prabasa Anantatur, mengajak masyarakat agar merayakan momentum tersebut secara sederhana, tidak berlebihan, serta tetap mengedepankan empati dan kepedulian sosial.

Prabasa menekankan, euforia berlebihan dalam menyambut tahun baru sebaiknya dihindari, terlebih di tengah situasi duka yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah daerah akibat bencana alam, khususnya saudara-saudara di Aceh dan beberapa wilayah di Sumatera.

“Menghadapi pergantian tahun 2026, mari kita berempati terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Perayaan tetap saja boleh digelar, tetapi alangkah bijaknya dilakukan secara sederhana dan penuh makna,” ujar Prabasa, Minggu (28/12).

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar ini mengajak masyarakat memaknai pergantian tahun sebagai momentum refleksi atas perjalanan selama 2025 sekaligus persiapan menghadapi tantangan di tahun 2026. Ia juga mendorong kegiatan doa bersama di lingkungan masing-masing sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.

“Di Sambas misalnya, masyarakat biasanya mengisi malam pergantian tahun dengan doa bersama, mendoakan apa yang telah dilalui di tahun 2025 dan memohon kebaikan di tahun 2026. Tidak hura-hura berlebihan,” jelasnya.

Selain itu, Prabasa juga menyoroti potensi kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur Pontianak–Sambas, yang kerap mengalami kemacetan saat malam pergantian tahun. Untuk itu, ia mengajak masyarakat menjaga ketertiban jalan raya secara bersama-sama.

“Cukup merayakan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Tidak perlu jauh-jauh, yang nantinya justru memicu kemacetan dan kerumunan,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dengan memperhatikan kondisi cuaca yang tidak menentu serta potensi gangguan kamtibmas. “Isi malam tahun baru dengan kegiatan-kegiatan positif. Jaga keamanan lingkungan masing-masing agar situasi tetap kondusif,” pungkas Prabasa.

Jaga Ketat

Guna memastikan perayaan Natal 2025 dan menyongsong Tahun Baru 2026 berlangsung aman dan kondusif, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) menyiagakan personel terbaik melalui Satgas Komposit Operasi Lilin Kapuas 2025.

Pengamanan dilakukan dengan menurunkan personel Satuan Brimob Polda Kalbar untuk melaksanakan penjagaan ketat dan sterilisasi di sejumlah rumah ibadah, khususnya gereja-gereja di wilayah Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya, Minggu (28/12).

Langkah preventif tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman, dan tenang bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal serta masyarakat yang merayakan pergantian tahun. Sejak dimulainya operasi, personel tampak bersiaga dengan perlengkapan lengkap di sejumlah gereja besar dan objek vital lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bayu Suseno melalui Kasatgas Humas Ops Lilin Kapuas 2025 AKBP Prinanto, mengatakan pengamanan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama pada momentum hari besar keagamaan.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kalbar, khususnya Pontianak dan Kubu Raya, berjalan tanpa gangguan. Personel di lapangan bekerja secara profesional dan humanis, namun tetap waspada,” ujar Prinanto.

Sementara itu, Kasatgas Komposit Ops Lilin Kapuas 2025 AKP Agus Suprapto menjelaskan, sterilisasi gereja menjadi prioritas utama sebelum pelaksanaan ibadah. Hal ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

“Tugas Satgas Komposit adalah melakukan pengamanan dan sterilisasi tempat-tempat ibadah di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya guna memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, sebanyak 161 personel dilibatkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, yang terdiri dari Satgas Tindak dan Satgas Pasukan Reaksi Cepat (PRC). Kekuatan tersebut disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan eskalasi situasi. “Kami siap siaga selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Kalbar terpantau aman, dan terkendali. Masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.

Sebelumnya, Polda Kalbar juga menegaskan larangan pelaksanaan pesta kembang api, dan petasan pada malam pergantian Tahun Baru 2026 di seluruh wilayah Kalbar. Larangan tersebut diberlakukan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat, sekaligus bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana di sejumlah daerah.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bayu Suseno mengimbau masyarakat merayakan pergantian tahun dengan cara sederhana, aman, dan tertib tanpa aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum, dan mendukung kebijakan ini demi terciptanya suasana Natal dan Tahun Baru yang aman, damai, dan kondusif,” harapnya. (den/bar)

Editor : Hanif
#polda kalbar #warga kalbar #reaksi cepat #Satgas Komposit #tahun baru 2026 #empati