PONTIANAK POST – Branch Manager Garuda Indonesia Pontianak, Widya Kurniawan Putra, memastikan kebijakan penurunan harga tiket penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru masih berlangsung hingga 10 Januari 2026, sebelum kembali ke tarif normal.
Widya mengatakan, penyesuaian harga tersebut telah diterapkan sejak akhir Desember sebagai tindak lanjut imbauan pemerintah dan diberlakukan pada masa peak season libur akhir tahun.
“Penurunan harga tiket masih berjalan hingga 10 Januari. Setelah tanggal tersebut, harga akan kembali normal,” kata Kurniawan di Pontianak, baru-baru ini.
Kurniawan menyebutkan untuk rute Pontianak–Jakarta (PNK–CGK), harga tiket sebelum diskon berada di angka Rp1.692.025. Selama periode penyesuaian, harga turun menjadi Rp1.443.513, atau mengalami pengurangan sekitar 15 persen. Kebijakan ini berlaku pada rentang 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Lanjut Kurniawan, penurunan harga tidak hanya diterapkan pada rute Pontianak–Jakarta, tetapi juga diberlakukan pada seluruh rute domestik Garuda Indonesia selama masa liburan.
“Kami sudah menjalankan penyesuaian harga sebagaimana imbauan pemerintah dan itu berlaku untuk penerbangan domestik,” ujarnya.
Selain itu, Kurniawan menyebutkan pihaknya juga menambah frekuensi penerbangan pada masa puncak liburan. Tambahan dua penerbangan dilakukan pada 20 dan 22 Desember, sehingga total penerbangan meningkat dari 13 menjadi 15 penerbangan.
“Dengan kapasitas sekitar 5.500 kursi untuk penerbangan dari dan ke Pontianak, masyarakat masih memiliki peluang untuk memperoleh tiket,” imbuhnya.
Kurniawan menyebutkan jika lonjakan penumpang mulai terjadi sejak 19 Desember, dengan kepadatan tertinggi selama tiga hari berikutnya. Setelah sempat melandai di sekitar Hari Natal, jumlah penumpang kembali meningkat pada periode 29–31 Desember.
Kurniawan menegaskan, selain memastikan ketersediaan kursi, pihaknya juga memprioritaskan pelayanan dan kenyamanan penumpang, baik di darat maupun di udara. “Termasuk meminimalkan potensi keterlambatan selama periode padat penumpang,” pungkas Kurniawan. (mse)
Editor : Hanif