PONTIANAK POST - Ketua Satuan Tugas Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat , Daniel mengungkapkan, sepanjang periode Januari hingga Desember 2025 terjadi 29 kejadian bencana alam di provinsi ini. Dari seluruh kejadian tersebut, banjir menjadi bencana yang paling dominan.
Daniel menjelaskan, kejadian banjir tercatat hampir merata di sejumlah kabupaten dan kota. Wilayah dengan jumlah kejadian banjir terbanyak antara lain Kabupaten Kubu Raya, Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Ketapang, masing-masing tiga kejadian. Selanjutnya Kabupaten Sambas dan Landak masing-masing dua kejadian, serta Bengkayang, Mempawah, Sanggau, dan Kota Singkawang masing-masing satu kejadian.
“Selain banjir, sepanjang 2025 juga tercatat empat kejadian tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Sambas, Bengkayang, dan Sanggau, serta dua kejadian puting beliung di Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang,” kata Daniel, Selasa (6/1).
Ia menambahkan, sejumlah daerah tidak mencatat kejadian bencana selama 2025. Wilayah tersebut antara lain Kota Pontianak, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Kayong Utara.
Berdasarkan data BPBD Kalbar, lanjut Daniel, total bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025 berdampak pada 459.815 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 6.654 jiwa terpaksa mengungsi, sementara tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana. Tidak terdapat laporan korban luka berat dalam rekapitulasi tersebut.
Dari sisi kerusakan, bencana banjir mengakibatkan 73.664 unit rumah terdampak. Selain itu, tercatat 89 unit rumah mengalami rusak ringan dan 12 unit rumah mengalami rusak berat. Infrastruktur juga terdampak, dengan lima unit jembatan mengalami rusak berat di sejumlah wilayah.
“Seluruh data ini merupakan hasil rekapitulasi laporan BPBD kabupaten dan kota se-Kalbar yang dihimpun hingga 31 Desember 2025,” tutupnya.(bar)
Editor : Hanif