Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bank Kalbar Fokus Genjot Kredit UMKM, Targetkan Rp1 Triliun pada 2025

Siti Sulbiyah • Jumat, 9 Januari 2026 | 10:55 WIB

 

Dirut Bank Kalbar, Rokidi
Dirut Bank Kalbar, Rokidi

PONTIANAK POST – Perbankan di Kalimantan Barat terus menggenjot pembiayaan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan pemerintah telah menugaskan perbankan daerah untuk mengalokasikan minimal 30 persen dari total portofolio kredit kepada sektor UMKM. Bank Kalbar, kata dia, justru mampu melampaui target tersebut dengan capaian 43,24 persen.

“Dengan demikian, dari apa yang diharapkan minimal ekspansi 30 persen, kita mampu melewatinya dengan baik,” ujar Rokidi.

Pada tahun ini, Bank Kalbar mendapat kesempatan dari Kementerian UMKM untuk mengajukan plafon kredit UMKM hingga Rp1,5 triliun. “Namun, setidaknya kami menargetkan Rp1 triliun terlebih dahulu untuk kredit UMKM,” katanya.

Secara keseluruhan, penyaluran kredit Bank Kalbar pada tahun 2025 tercatat menembus Rp18,07 triliun, tumbuh 7,18 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp16,86 triliun.

Rokidi menambahkan, penyaluran kredit Bank Kalbar tidak hanya menyasar aparatur sipil negara (ASN) sebagai market utama, tetapi juga menyasar potensi pasar lainnya.

Selain rencana penyaluran kredit sebesar Rp1 triliun kredit UMKM, pihaknya juga memproyeksikan pinjaman bagi pemerintah daerah sebesar Rp600 miliar, serta kredit konstruksi atau Kredit Pengadaan Barang dan Jasa (KPBJ) untuk proyek pemerintah. 

“Itu kalau ditotal sudah lebih dari dua triliun rupiah,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Rochma Hidayati, menyampaikan kinerja perbankan di Kalbar hingga Triwulan III Tahun 2025 tetap terjaga dengan baik.

Untuk segmen UMKM, Rocham mengungkapkan perkembangan yang beragam. Kredit UMKM pada segmen usaha kecil tumbuh positif sebesar 5,87 persen secara tahunan. 

“Namun, segmen usaha mikro dan menengah masih mengalami kontraksi masing-masing sebesar 3,50 persen dan 2,46 persen secara year-on-year,” katanya.

OJK Kalbar mencatat, hingga September 2025 penyaluran kredit bagi usaha mikro kecil telah mencapai Rp28,05 triliun. Angka ini lbih tinggi apabila dibandingkan dengan periode yang pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp28 triliun.

Ke depan, tambah dia, OJK bersama sektor jasa keuangan akan terus mendorong optimalisasi perannya dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui dukungan terhadap UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Kalimantan Barat. 

“Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan akses pembiayaan, penguatan literasi keuangan, serta perluasan inklusi keuangan yang berkelanjutan,” katanya. (sti)

Editor : Hanif
#kredit #1 triliun #UMKM #bank Kalbar #Pembiayaan #rokidi