Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BMKG Kalbar Waspadai Hujan Intensitas Sedang dan Risiko Kebakaran Hutan Januari 2026

Marsita Riandini • Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:11 WIB

 

Logo BMKG
Logo BMKG

PONTIANAK POST - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar ingatkan masyarakat waspada potensi hujan intensitas sedang hingga  pada  09 sampai dengan 15 Januari 2026. Waspada pula potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada tanggal 13 dan 14 Januari 2026.

Dwi, Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio mengatakan adanya daerah belokan angin di wilayah Kalbar dapat meningkatan pertumbuhan awan-awan  penghujan.

"Sehingga esok hari (hari ini) kami perkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terutama pagi, siang maupun malam hari," ungkapnya Jumat(9/1).

Berdasarkan prakiraan angin di ketinggian 3000 kaki, angin di wilayah Kalbar bergerak dari arah Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar 6 hingga 23 knots pada Sabtu (10/1).

Waspada potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir disertai angin kencang berdurasi singkat.

"Perlu diwaspadai kemudahan kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Kalimantan Barat, terkhusus pada 13 hingga 16 Januari 2026 yang masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," ucapnya.

Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada sembilan lokasi di Kalbar pada 7 Januari 2026 pukul 07.00 WIB sampai dengan 8 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, tidak terdapat suhu udara ekstrem.

Suhu udara tertinggi yaitu 33.8°C terjadi di Kapuas Hulu. Suhu udara rata-rata berkisar 25.7°C hingga 27°C. Sementara suhu udara terendah adalah 22.0°C di  Kapuas Hulu. Terjadi hujan di seluruh titik pengamatan. Curah hujan tertinggi sebesar 143 mm/hari di Kapuas Hulu.

Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 25 knot di Ketapang. Terdapat jarak pandang ekstrem. Jarak pandang di bawah 1.000 meter terjadi di  Kubu Raya disebabkan oleh hujan.

BMKG juga melakukan analisis kondisi iklim pada 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani berharap agar informasi pandangan iklim 2026 ini menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan, langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim.

Berdasarkan analisis BMKG, kondisi iklim sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi normal sepanjang tahun  2026. Namun, pada Januari-Maret, kondisi iklim Indonesia  masih dipengaruhi La Nina lemah sehingga perlu mewaspadai  banjir dan longsor pada periode akhir La Nina lemah.

Sedangkan pada pertengahan tahun perlu menganntisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan di periode kering.

"Namun, setelah Maret, diperkirakan akan netral dan stabil hingga akhir tahun," ungkapnya.

Pada 2026, sekitar 94,7 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami  curah hujan normal (1.500-4.000 mm/tahun). Sedangkan, 5,1 persen wilayah lainnya diprediksi menerima hujan lebih tinggi dari biasanya atau di atas normal.

Suhu udara rata-rata tahunan 2026 sekitar 25-29°C. Jika dibanding normalnya (1991-2020), sebagian wilayah diprediksi lebih hangat 0,2-0,6°C.

Suhu lebih rendah yakni 19-22 °C terjadi di dataran tinggi, seperti Bukit Barisan, Pegunungan Latimojong, dan Pegunungan Jaya.  Suhu Iebih tinggi, yakni lebih dari 28°C berpeluang terjadi di sebagian selatan Sumatra, Kaltim, Kalteng, pesisir utara Jawa, dan sebagian Papua Selatan. (mrd)

Editor : Hanif
#la nina #kebakaran hutan #potensi hujan #BMKG Kalbar