Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Indeks Pelayanan Publik Pontianak Peringkat 7 Nasional, Jadi Rujukan Pemkot Balikpapan

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:47 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV di layar raksasa Ruang Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak. Saat ini ada 20an titik CCTV yang tersebar di Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV di layar raksasa Ruang Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak. Saat ini ada 20an titik CCTV yang tersebar di Pontianak.

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Balikpapan melakukan studi banding ke Kota Pontianak guna mempelajari dan mendalami praktik terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Kunjungan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama jajarannya.

Pontianak dipilih karena capaian kinerja dalam pelayanan publik mendapat predikat terbaik se-Kalimantan. Pelayanan publik Kota Pontianak mendapat apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Dengan nilai Indeks Pelayanan Publik 4,71 atau kategori A pada tahun 2025, Pontianak berhasil menduduki peringkat ke-7 dari seluruh kota se-Indonesia dan peringkat pertama kabupaten/kota se-Kalimantan. Nilai tersebut naik signifikan jika dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,35 atau kategori A-, dengan posisi di urutan 43.

Menurut Rahmad Mas’ud, capaian tersebut bisa dijadikan rujukan penting untuk pembenahan bagi Balikpapan ke depannya.

“Kami datang untuk belajar langsung. Tentu setiap daerah punya kekurangan dan kelebihan. Harapan kami, pembelajaran dari Pontianak ini bisa menambah wawasan dan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan publik di Balikpapan semakin baik,” ujarnya.

Apresiasi dari Pemkot Balikpapan

Wali Kota Rahmad mengapresiasi penuh sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak. Ia menilai Pemkot Pontianak sangat terbuka dan hangat.

Lebih lanjut, ia berharap silaturahmi serta tukar ide dan pengalaman antardaerah dapat terus berlanjut, sekaligus membuka peluang kerja sama ke depan.

“Semoga hubungan baik ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan publik di masing-masing daerah,” katanya.

Wali Kota Edi Jelaskan Kondisi Pontianak

Dalam menyambut Pemkot Balikpapan, Edi menjelaskan kondisi geografis, topografi, serta etnis yang heterogen pada masyarakat Pontianak.

“Bahwa Pontianak memiliki luas wilayah sekitar 118,4 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mendekati 700 ribu jiwa. Komposisi masyarakatnya pun sangat heterogen, terdiri dari berbagai suku bangsa dari seluruh Indonesia, dengan dominasi Melayu dan Tionghoa, serta masyarakat dari Jawa, Sumatra, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia,” terang Edi.

“Secara topografi, Pontianak berada di dataran rendah dan terbelah Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Kondisi ini membuat kota kami cukup rentan terhadap genangan, terutama saat pasang rob yang bersamaan dengan curah hujan tinggi,” ungkapnya.

Selain memaparkan sisi tata kelola, Wali Kota Pontianak juga memperkenalkan Pontianak sebagai kota yang hidup dengan ruang publik, budaya, dan kuliner.

Edi mengajak rombongan Pemkot Balikpapan untuk menikmati car free day, kawasan tepi sungai, serta budaya warung kopi yang menjadi ruang diskusi dan interaksi sosial warga.

“Komitmen kami sederhana, bagaimana membangun kota ini agar masyarakatnya bahagia dan sejahtera di tengah tantangan zaman,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#KemenPAN-RB #indeks pelayanan publik #peringkat nasional #pemkot pontianak #balikpapan #rujukan