Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Karhutla Bermunculan Meski Belum Musim Kemarau, DLHK Kalbar Kerahkan Tim Padamkan Api Kubu Raya dan Mempawah

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:27 WIB
Petugas pengendalian karhutla, DLHK Kalbar melakukan upaya pemadaman api yang membakar lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah.
Petugas pengendalian karhutla, DLHK Kalbar melakukan upaya pemadaman api yang membakar lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah.

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar terus memperkuat kesiapsiagaan serta respons cepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan menyusul peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan Ikhtisar Cuaca BMKG, pada pertengahan Januari 2026 terpantau terjadi hari tanpa hujan kategori sangat pendek, yakni satu hingga lima hari, di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut tercatat terjadi pada 14–15 Januari 2026, dengan suhu udara tertinggi mencapai 32,3 derajat Celsius di Kota Pontianak.

BMKG juga kembali mengeluarkan peringatan pada periode 19–25 Januari 2026 terkait potensi Karhutla akibat jeda hujan atau kondisi berawan, meskipun Kalimantan Barat belum memasuki musim kemarau.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kubu Raya telah melakukan upaya pemadaman sejak 15 Januari 2026 dengan menurunkan Regu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla). Hingga Senin (19/1), kegiatan pemadaman masih berlangsung secara intensif.

Pemadaman dilakukan bersama Manggala Agni, Polri, TNI, BPBD, serta relawan. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan berat karena lokasi kebakaran didominasi lahan gambut, sehingga api sulit dipadamkan dan diperparah dengan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

Selain di Kubu Raya, UPT KPH Mempawah dan UPT KPH Kayong juga meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemadaman, patroli intensif, pemantauan titik-titik rawan, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah kerja masing-masing.

Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, menegaskan agar seluruh UPT KPH se-Kalbar segera melakukan pemadaman secepat mungkin apabila ditemukan kejadian kebakaran, guna mencegah perluasan api dan dampak yang lebih besar.

Ia juga menginstruksikan seluruh Kepala UPT KPH untuk meningkatkan patroli mandiri maupun patroli terpadu bersama aparat dan para pemangku kepentingan di wilayah rawan Karhutla. “Memperkuat koordinasi lintas sektor dengan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota, serta aparat TNI dan Polri,” kata Adi Yani.

Selain itu, Adi Yani meminta agar UPT KPH terus berkoordinasi dengan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) serta pemilik Izin Usaha Perkebunan, agar turut berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di wilayah masing-masing.

“Pengendalian karhutla membutuhkan kerja bersama, respons cepat, dan sinergi seluruh pihak. Pencegahan dan pemadaman dini menjadi kunci utama agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lingkungan, kesehatan, serta sosial ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi karhutla di wilayah masing-masing. (bar)

Editor : Miftahul Khair
#mempawah #bmkg #kebakaran hutan dan lahan #titik api #karhutla #DLHK #kubu raya