PONTIANAK POST - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis,mengapresiasi langkah Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Pontianak yang telah menyusun dan menghimpun Bank Data Wakaf. Upaya tersebut dinilai penting sebagai fondasi pengelolaan wakaf yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
Menurut Muhajirin, keberadaan data yang tertata dengan baik menjadi kebutuhan mendasar dalam tata kelola kelembagaan saat ini. Data bukan sekadar arsip, melainkan rujukan utama dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis.
“Di era sekarang, data adalah hal yang sangat vital. Kebijakan yang baik harus berangkat dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya Rabu (21/1).
Ia menilai inisiatif BWI Pontianak menghimpun Bank Data Wakaf sebagai langkah maju yang patut dicontoh. "Dengan data yang lengkap dan terintegrasi, potensi wakaf di daerah dapat dikelola secara lebih optimal untuk kemaslahatan umat," ungkapnya.
Kepala Kemenag Kota Pontianak, Ruslan mengatakan pentingnya dukungan dan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam pengelolaan perwakafan agar selaras dengan regulasi dan rencana pembangunan daerah. Pihaknya pun melakukan audiensi ke Kantor Wali Kota Pontianak.
Menurutnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiasi Kemenag Kota Pontianak Bersama BWI untuk mewujudkan Pontianak sebagai Kota Wakaf.
Pemerintah Kota Pontianak siap bersinergi sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta berencana menerbitkan surat rekomendasi sebagai langkah awal pencanangan Kota Wakaf.
Ia juga menyerahan Buku Bank Data Wakaf Jilid I Tahun 2025 kepada Wali Kota Pontianak. Buku ini memuat data aset wakaf di Kota Pontianak, meliputi legalitas, lokasi, serta profil nazhir, sebagai upaya penguatan tata kelola wakaf yang transparan dan akuntabel.
"Melalui audiensi dan penyerahan bank data wakaf ini, Kemenag dan BWI berharap pengelolaan wakaf di Kota Pontianak semakin profesional serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, sebagai pondasi menuju Pontianak sebagai Kota Wakaf yang berdaya guna dan berkelanjutan," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif